Sentra Media - Penurunan konsumsi Pertamax sebesar 18 persen terjadi setelah banyak konsumen beralih ke bahan bakar bersubsidi, Pertalite, akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengonfirmasi pergeseran ini dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI pada 16 Juli 2026.
Pergeseran konsumsi bahan bakar terjadi setelah penyesuaian harga pada produk Pertamax Series dan Dex Series. Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mencatat bahwa masyarakat beralih dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi setelah harga Pertamax naik.
Data dari PT Pertamina Patra Niaga menunjukkan lonjakan konsumsi Pertalite sebesar 9,4 persen atau sekitar 7.129 kiloliter per hari pada bulan Juli 2026. Sebaliknya, penyaluran Pertamax Series menurun tajam hingga 18 persen, berkurang sekitar 4.476 kiloliter per hari dibandingkan rata-rata normal.
Pergeseran ini mengubah lanskap proporsi konsumsi energi nasional, dengan pangsa pasar Pertalite meningkat menjadi 80,4 persen dari total serapan produk gasoline Pertamina pada Juli 2026, naik dari 75,4 persen pada periode Januari hingga Mei 2026. Dampak migrasi ini menekan penjualan segmen komersial non-subsidi Pertamina, khususnya Pertamax Series, yang mengalami penurunan konsumsi hampir 18 persen.