Korporasi Perusak Lingkungan Didorong Bertanggung Jawab atas Bencana di Sumatera
Sumber Foto: betahita.id
Ekonomi

Korporasi Perusak Lingkungan Didorong Bertanggung Jawab atas Bencana di Sumatera

BETAHITA.ID - Penanggulangan bencana banjir besar di Sumatera perlu pendanaan berkeadilan iklim. Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tak melulu karena faktor cuaca, melainkan efek pemanasan global dan degradasi daya dukung dan daya tampung lingkungan. Makanya korporasi perusak lingkungan perlu menanggung biaya bencana ini.

Dampak iklim menyebabkan peningkatan frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologis di Indonesia. Bencana paling parah adalah banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat Siklon Tropis Senyar pada 25-27 November 2025 lalu.

Penjelasan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan siklon yang sewajarnya melemah di khatulistiwa karena perputaran bumi justru berkata lain di Selat Malaka. Pada saat yang sama, suhu hangat di Selat Malaka membentuk awan hujan yang banyak.

Siklon terjebak di antara dataran tinggi Sumatera dan Semenanjung Malaysia dan berputar di sana. Sehingga mengakibatkan hujan lebat terjadi lebih dari dua atau tiga hari.