Krisis Pangan di Kabupaten Yahukimo, Papua
Sumber Foto: Liputan6.com
Sentra Liputan

Krisis Pangan di Kabupaten Yahukimo, Papua

Kelaparan yang melanda Kabupaten Yahukimo, Papua, menjadi sorotan serius meskipun daerah ini dikenal sebagai sentra penghasil ubi jalar. Dalam sebulan terakhir, dilaporkan 55 warga meninggal dunia akibat kekurangan pangan, yang ironis mengingat Yahukimo merupakan salah satu daerah penghasil ubi jalar terbesar di Indonesia.

Masyarakat Papua telah lama mengandalkan umbi-umbian seperti ubi jalar, keladi, singkong, pisang, dan sagu sebagai sumber makanan pokok. Namun, hasil penelitian Universitas Cenderawasih menunjukkan penurunan konsumsi umbi-umbian dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh stigma bahwa umbi-umbian adalah makanan bagi golongan masyarakat bawah, sementara pemerintah mempromosikan nasi sebagai makanan pokok nasional.

Seiring dengan meningkatnya harga beras, banyak tanaman umbi-umbian mengalami gagal panen akibat cuaca buruk. Padahal, umbi-umbian seharusnya cocok ditanam di daerah berbukit dengan iklim dingin seperti di Papua.

Data dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Papua menunjukkan penurunan signifikan dalam produksi ubi jalar di kawasan Yahukimo. Pada tahun 1996-1998, produksi mencapai 450 ribu ton, namun menurun menjadi 340 ribu ton pada tahun 2000-2001 dan hanya 250 ribu ton dua tahun lalu.

Wakil Bupati Yahukimo, Daniel Rending, menyatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian warganya. Informasi terkait jumlah warga yang meninggal akibat kelaparan berasal dari laporan gereja setempat. Menurutnya, situasi kelaparan terjadi di 17 desa dalam Kabupaten Yahukimo. Bantuan berupa sepuluh ton beras sudah disiapkan, namun cuaca buruk dan kesulitan transportasi menghambat penyalurannya.

Daniel juga menjelaskan bahwa kegagalan panen disebabkan oleh hujan yang terus-menerus. Warga kesulitan mencari makanan pengganti akibat kondisi cuaca dan geografis yang terpencil.

Kondisi kelaparan ini mengejutkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang langsung memerintahkan langkah-langkah untuk menangani krisis tersebut. Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, menginformasikan bahwa tim medis akan segera menuju Yahukimo dengan membawa bantuan makanan dan obat-obatan.

Yahukimo, yang merupakan salah satu kabupaten baru hasil pemekaran Kabupaten Jayawijaya pada tahun 2003, memiliki kekayaan alam yang melimpah, termasuk emas dan minyak. Namun, kenyataannya, masyarakat setempat masih hidup dalam kondisi keterbelakangan meskipun daerah ini dikenal kaya sumber daya.

Krisis pangan di Yahukimo bukanlah hal yang baru; delapan tahun silam, Kabupaten Jayawijaya juga mengalami kelaparan dengan ratusan korban jiwa akibat kemarau panjang. Kesulitan dalam pengiriman bantuan akibat kontur pegunungan Papua seringkali menjadi kendala utama dalam menangani bencana seperti ini.