Kunjungan Kepala Badan Pangan Nasional dan Komisi IV DPR ke Sentra Benih Padi di Subang
Sumber Foto: Liputan6.com
Sentra Liputan

Kunjungan Kepala Badan Pangan Nasional dan Komisi IV DPR ke Sentra Benih Padi di Subang

Kepala Badan Pangan Nasional (NFA) Arief Prasetyo Adi dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mengadakan kunjungan kerja ke kawasan persawahan milik PT Sang Hyang Seri (SHS) di Subang, Jawa Barat, pada Kamis, 3 Juli 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali peran SHS sebagai pusat benih padi nasional, yang pernah menjadi andalan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Meninjau Kondisi Sentra Benih

Dalam kegiatan tersebut, rombongan juga melakukan ziarah ke Tugu Soeharto yang terletak di tengah areal persawahan SHS. Arief Prasetyo Adi menyatakan bahwa penguatan peran SHS sebagai produsen benih padi unggul merupakan langkah penting dalam mencapai swasembada pangan, sesuai dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto.

"Hari ini kami mengantarkan Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Titiek Soeharto, bersama rombongan, untuk melihat langsung kondisi SHS. Di sini terdapat ribuan hektare lahan yang dahulu di masa Presiden Soeharto menjadi pusat benih nasional. Kejayaan itu harus kita kembalikan," ungkap Arief.

Harapan Terhadap Produktivitas Padi

Arief juga menyebutkan bahwa proses penanaman di lahan SHS saat ini berjalan dengan baik, meskipun fasilitas pabrik memerlukan peremajaan. Ia berharap bahwa dalam waktu tiga bulan mendatang, hasil panen padi dari lokasi tersebut dapat menjadi contoh produktivitas yang tinggi, dengan target lebih dari delapan ton gabah kering panen per hektare.

Pentingnya Pusat Perbenihan

Keberadaan pusat perbenihan seperti SHS diakui sebagai bagian krusial dari sistem ketahanan pangan nasional. Ketersediaan benih berkualitas diyakini dapat mendorong produktivitas petani dan mempercepat tercapainya swasembada pangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produktivitas padi di Indonesia pada tahun 2024 mencatatkan angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, dengan setiap hektare lahan menghasilkan lebih dari lima ton padi.

"Kita ingin SHS bisa bangkit kembali dan mampu menghasilkan benih-benih padi yang berkualitas. Ini akan sangat berkontribusi dalam menaikkan angka produksi nasional. Jika ini konsisten, swasembada beras bukan hanya target, tetapi menjadi kenyataan. Bahkan, Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia," tambah Arief.

Penekanan pada Riset Benih Unggul

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, menekankan pentingnya penelitian benih unggul untuk meningkatkan kapasitas SHS. Ia mengenang kunjungan Presiden Soeharto pada tahun 1968 ke lokasi yang sama sebagai bentuk komitmen terhadap swasembada benih. "Ke depan, harus ada penelitian-penelitian lebih lanjut agar SHS bisa berkembang. Anak-anak daerah yang memiliki inovasi dalam benih unggul harus dilibatkan di sini," ujarnya.

Kesiapan PT Sang Hyang Seri

Direktur Utama PT Sang Hyang Seri, Adhi Cahyono Nugroho, menyatakan kesiapan perusahaan untuk kembali menjadi pusat benih nasional. Ia menegaskan bahwa menjaga kualitas benih akan menjadi prioritas utama, dan strategi pengembangannya akan dipaparkan lebih lanjut dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPR RI.

Kunjungan ke Smart Fisheries Village

Sebelum meninjau SHS, rombongan Komisi IV DPR RI juga mengunjungi Smart Fisheries Village (SFV) yang dikelola oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDM KKP) di Balai Riset Pemuliaan Ikan, Subang. Dalam kegiatan tersebut, mereka didampingi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk melihat secara langsung pengembangan desa perikanan berbasis teknologi cerdas.