Sentra Media - Seorang kurir SPX Express di Mamuju mengancam pemilik paket untuk mentransfer uang agar paketnya tidak diretur, meskipun pemilik telah meminta pengantaran ulang.
Judistira, pemilik paket dan juga pemilik media online, menerima konfirmasi dari kurir SPX melalui pesan WhatsApp mengenai pengantaran paket pada hari Minggu. Karena tidak berada di rumah, Judistira meminta agar kurir mengantarkan paket keesokan harinya atau dititipkan di kantornya. Namun, kurir meminta agar Judistira mentransfer uang paket sebelum pengantaran dilakukan, dan mengancam akan meretur paket jika tidak segera ditransfer.
Tidak terima dengan ancaman tersebut, Judistira mencoba untuk menghubungi kurir untuk klarifikasi, namun malah mendapatkan ancaman lebih lanjut bahwa paketnya akan tetap diretur. Judistira juga menghubungi kenalan yang bekerja di SPX untuk meminta bantuan, namun kurir tetap melanjutkan rencana reture paket meskipun telah ada konfirmasi untuk menunda pengembalian.
Ketika Judistira mendatangi kantor SPX Express Mamuju HUB untuk menanyakan status paketnya, ia terkejut mengetahui bahwa paketnya telah diretur dan tidak bisa diambil kembali. Judistira menekankan bahwa ini bukan hanya masalah finansial, tetapi juga pentingnya paket tersebut bagi dirinya. Sementara itu, Shift Lead SPX Express, Fahmi, mengonfirmasi bahwa seharusnya paket tersebut tidak diretur pada hari pertama pengantaran dan masih bisa ditahan untuk pengantaran selanjutnya.