Laos Memperkuat Posisi sebagai Pusat AI di ASEAN dengan Infrastruktur Digital 15 GW
Laos sedang berupaya untuk memperkuat posisinya dalam peta teknologi regional melalui rencana pembangunan ASEAN Digital & Artificial Intelligence Hub. Inisiatif ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Republik Demokratik Rakyat Laos dan Menas Capital LLC untuk mengembangkan pusat data kecerdasan buatan (AI) berskala besar.
Visi infrastruktur digital yang direncanakan memiliki kapasitas hingga 15 gigawatt (GW), yang setara dengan 15.000 megawatt, dan akan bersumber dari energi terbarukan. Kapasitas ini diharapkan dapat mendukung operasional komputasi berkinerja tinggi, yang merupakan tulang punggung inovasi digital di kawasan Asia Tenggara.
Seremoni penandatanganan MoU berlangsung di Dubai pada 3 Februari 2026, dihadiri oleh Menteri Teknologi dan Komunikasi Laos, Santisouk Simmalavong, serta Chairman Menas Capital, Khalifa Matar Al Mazrouei. Kehadiran Wakil Perdana Menteri Laos, Saleumxay Kommasith, menegaskan bahwa proyek ini adalah agenda prioritas pemerintah pusat.
Khalifa Matar Al Mazrouei menyatakan, "Hari ini bukan sekadar penandatanganan dokumen. Ini adalah awal perjalanan bersama yang dibangun atas dasar kepercayaan dan visi jangka panjang." Meskipun kesepakatan ini saat ini tidak mengikat secara hukum, kedua belah pihak berencana untuk segera memulai kolaborasi terstruktur.
Fokus utama dalam tahap awal meliputi studi kelayakan teknis, perencanaan integrasi energi terbarukan, serta pemetaan infrastruktur pusat data yang aman dan berkelanjutan. Senior Advisor Menas Capital, Justin Joel, menekankan bahwa dukungan energi sebesar 15 GW merupakan langkah progresif untuk memposisikan ASEAN sebagai pemimpin infrastruktur digital masa depan.
Proyek ini diharapkan tidak hanya akan mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang tetapi juga menciptakan platform komputasi yang siap mendukung ekosistem inovasi digital di seluruh negara anggota ASEAN. Diskusi lebih lanjut mengenai regulasi dan kesiapan komersial akan menjadi penentu sebelum kerja sama ini beralih ke tahap perjanjian yang mengikat secara hukum.




