Lapas Bulukumba Raih Peringkat III di Treasury Awards 2025, Perkuat Digitalisasi Anggaran
Bantaeng -- Lapas Kelas IIA Bulukumba kembali menorehkan prestasi dalam bidang pengelolaan keuangan negara. Dalam ajang Treasury Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bantaeng, Lapas Bulukumba berhasil meraih Peringkat III sebagai Satuan Kerja dengan Jumlah Transaksi Kartu Kredit Pemerintah (KKP) Terbesar Tahun 2025.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Anggaran TA 2025 dan Stakeholder Day yang berlangsung di Aula Hotel Kirei, Bantaeng, Kamis (05/02). Perwakilan Lapas Bulukumba yang hadir meliputi Kasubag Tata Usaha Yadi Husain Tanassy, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Misfahuddin Machmud, dan Bendahara Ardiansyah.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh mitra kerja KPPN Bantaeng untuk mengevaluasi capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) tahun sebelumnya. Selain evaluasi, agenda ini juga diisi dengan asistensi digitalisasi pembayaran guna mempercepat implementasi Cash Management System (CMS), KKP, dan Digipay.
Plt. Kalapas Bulukumba, Ashari, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian jajaran pengelola keuangannya. Menurutnya, penghargaan ini merupakan bukti nyata transparansi dan modernisasi transaksi di lingkungan Lapas Bulukumba.
"Meraih Peringkat III dalam transaksi KKP menunjukkan komitmen kami dalam mendukung transformasi digital perbendaharaan. Penggunaan KKP meminimalisir penggunaan uang tunai, sehingga transaksi menjadi lebih akuntabel, efisien, dan transparan," ujar Ashari dalam keterangannya.
Selain pemberian penghargaan, jajaran pengelola keuangan Lapas Bulukumba juga menerima sosialisasi antikorupsi dan pemaparan langkah strategis untuk Tahun Anggaran 2026. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan anggaran di tahun mendatang tetap berpedoman pada prinsip integritas dan kedisiplinan tinggi.
"Ke depan, kami akan mengoptimalkan kembali tata kelola keuangan dengan mempedomani langkah strategis yang telah disampaikan. Fokus utama kami tetap pada penguatan budaya antikorupsi dan percepatan digitalisasi pembayaran dalam setiap belanja barang dan jasa," pungkas Ashari.
Dengan raihan prestasi ini, Lapas Kelas IIA Bulukumba semakin memantapkan langkahnya sebagai instansi yang profesional dalam pengelolaan keuangan negara di lingkup wilayah kerja KPPN Bantaeng.




