Latihan Angkatan Laut Iran-Rusia di Laut Oman Perkuat Kerja Sama Militer
Sumber Foto: Kompas.com
Olahraga

Latihan Angkatan Laut Iran-Rusia di Laut Oman Perkuat Kerja Sama Militer

TEHERAN, KOMPAS.com - Militer Iran dan Rusia dijadwalkan menggelar latihan angkatan laut bersama di kawasan Laut Oman pada Kamis (19/2/2026).

Latihan gabungan ini dilakukan menyusul berakhirnya putaran terbaru pembicaraan antara Teheran dan Washington di Jenewa, Swiss, sebagaimana dilansir AFP.

Juru bicara latihan, Laksamana Muda Hassan Maghsoudloo, mengonfirmasi bahwa latihan ini akan mencakup wilayah perairan yang strategis.

"Latihan angkatan laut bersama Iran dan Rusia akan berlangsung besok (Kamis) di Laut Oman dan di bagian utara Samudra Hindia," ujar Maghsoudloo sebagaimana dikutip dari kantor berita ISNA.

Meskipun durasi latihan tidak disebutkan secara spesifik, Maghsoudloo menegaskan, agenda utama dari manuver ini adalah untuk kepentingan stabilitas kawasan.

"Tujuannya adalah untuk memperkuat keamanan maritim dan memperdalam hubungan antara angkatan laut kedua negara," tambahnya.

Latihan militer ini berlangsung di tengah meningkatnya aktivitas militer Iran di wilayah tersebut.

Pada Senin (16/2/2026), Garda Revolusi Iran telah lebih dulu meluncurkan latihan di Selat Hormuz.

Langkah ini dinilai sebagai tantangan terbuka terhadap pasukan angkatan laut Amerika Serikat (AS) yang ditempatkan di kawasan tersebut.

Presiden AS Donald Trump sendiri telah mengerahkan kekuatan angkatan laut yang signifikan, termasuk kapal induk.

Sebagai jalur utama pengiriman minyak global dan gas alam cair (LNG), Selat Hormuz kerap menjadi titik api ketegangan.

Pada Selasa (17/2/2026) Iran sempat mengumumkan penutupan sebagian jalur tersebut selama beberapa jam dengan alasan "keamanan" selama latihan berlangsung.

Manuver militer ini muncul di saat Iran menunjukkan nada optimis setelah putaran kedua negosiasi di Jenewa yang dimediasi oleh Oman pada Selasa.

Sebelumnya, komunikasi antara kedua negara sempat terputus menyusul serangan mendadak Israel terhadap Iran pada Juni 2025.

Insiden tersebut memicu perang selama 12 hari yang sempat melibatkan AS secara singkat.

Hingga saat ini, pejabat Iran berulang kali mengancam akan memblokir Selat Hormuz setiap kali ketegangan dengan AS meningkat.

Meski ancaman tersebut terus digaungkan, jalur pelayaran internasional tersebut belum pernah benar-benar ditutup secara total.