Lima Emiten di BEI Rencanakan Rights Issue untuk Penghimpunan Modal
JAKARTA – Lima perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan rencana penghimpunan modal, melalui Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Kelima perusahaan ini adalah PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) milik Happy Hapsoro, serta PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) milik Grup Bakrie.
Kelimanya menyampaikan rencana tersebut secara bergantian sepanjang 19-25 Februari 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun IDNFinancials.com, masing-masing emiten berencana mengalokasikan dana hasil rights issue untuk memenuhi kebutuhan modal.
Berikut rincian rencana rights issue dari lima emiten tersebut:
MPPA – Emiten pengelola jaringan supermarket ini akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 24 miliar lembar saham baru. Sebagian besar dana hasil rights issue akan dipakai untuk akuisisi lahan dan bangunan, serta kebutuhan modal kerja. Namun manajemen akan meminta persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 19 Februari 2026.
JGLE – Emiten properti dan real estate yang bernaung di bawah Grup Bakrie ini, akan menerbitkan 8,28 miliar lembar saham baru. Dengan harga pelaksanaan Rp50 per lembar, JGLE berpotensi meraup dana Rp414 miliar dari aksi korporasi ini. Sebagian besar dana ini akan dialokasikan untuk akuisisi PT Jungleland Asia dari PT Adiprotek Evirodunia. Adapun RUPSLB akan digelar pada 31 Maret 2026.
WMUU – Emiten yang melaksanakan IPO pada 2021 ini, akan menerbitkan 6,1 miliar lembar saham baru dalam rights issue. Sebagian besar akan dilaksanakan melalui konversi atas hak tagih PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) kepada perseroan. Harga pelaksanaan belum ditentukan, serta akan diumumkan setelah RUPSLB pada 2 April 2026.
BUVA – Emiten properti milik Happy Hapsoro ini akan menerbitkan 50 miliar lembar saham baru dalam rights issue, yang akan mendukung keperluan belanja modal dan ekspansi bisnisnya. Harga pelaksanaan belum ditentukan, serta akan diumumkan setelah RUPSLB pada 26 Februari 2026.
BNBR – Emiten holding milik Grup Bakrie ini akan menerbitkan 90 miliar lembar saham baru, untuk mengoptimalkan struktur pendanaan dalam akuisisi PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT). Harga pelaksanaan rights issue belum ditentukan, dan akan diumumkan setelah RUPSLB pada 27 Februari 2026.
Sebagai catatan, rights issue merupakan salah satu aksi korporasi yang ditempuh perusahaan tercatat untuk mendapat tambahan modal, dengan cara menerbitkan saham baru.
Aksi korporasi ini juga memungkinkan perusahaan tercatat untuk mengundang investor strategis baru, yang bersedia menjadi pembeli siaga atas HMETD yang diterbitkan.




