Mahasiswi UIN Malang Raih Penghargaan Internasional dengan Aplikasi Pembelajaran untuk Disabilitas
Sumber Foto: TIMES Indonesia
Hiburan

Mahasiswi UIN Malang Raih Penghargaan Internasional dengan Aplikasi Pembelajaran untuk Disabilitas

MALANG – Tiga mahasiswi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) meraih 2nd Winner dalam ajang Essay Competition and English Camp 2026 yang diselenggarakan oleh Student Exchange Abroad di Chulalongkorn University, Thailand pada 11-14 Februari 2026. Ketiganya yaitu Amelia Resti Iffadah (Prodi Sastra Inggris), Nurul Fadhilah Ramadhani, dan Hasnia Imroatis Syarifah (Pendidikan Agama Islam).

Tim tersebut mencanangkan inovasi pembelajaran berbasis digital yang diperuntukkan bagi teman-teman disabilitas, terutama teman tuli. Ide ini tercetus dari dua anggota yang berlatar belakang pendidikan, menurut mereka, masih terdapat kesenjangan pembelajaran yang dirasakan oleh teman-teman difabel. Mereka masih menggunakan metode konvensional dan belum terintegrasi dengan teknologi.

“Kita melihat masih ada permasalahan, terutama kesenjangan pembelajaran bagi anak disabilitas, terutama tuna rungu,” ujar Nurul saat diwawancarai pada Kamis (19/2/2026).

Ketiganya belum bisa menjelaskan lebih detail mengenai aplikasi ini karena masih menjadi rahasia hingga nanti berhasil dilaunchingkan. Akan tetapi, Amelia menyoroti beberapa keunggulan aplikasi milik mereka.

Aplikasi ini mempelajari terkait huruf hijaiyah dan terintegrasi dengan Bisindo (Bahasa Isyarat Indonesia).

Selain mendapatkan juara, tim juga mendapatkan SEA scholarship untuk dapat mengikuti program-program yang diadakan oleh Chulalongkorn University, selain itu mereka juga meraih kategori “Best Argumentation” yang menunjukkan bahwa karya yang mereka susun memiliki orisinalitas dan kedalaman materi yang lebih dari peserta lainnya.

“Jadi scholarship disini bukan dimaksudkan untuk berkuliah, hanya saja untuk mendapatkan potongan atau diskon saat mengikuti kegiatan dari Chulalongkorn University,” imbuh Amelia.

Amelia juga menambahkan bahwa ia dan tim merasa kaget sekaligus terharu karena mereka menjadi satu-satunya tim dari UIN yang lolos dalam ajang bergengsi tersebut. Meskipun awalnya sempat ragu untuk menuju final, nyatanya pihak kampus terus mendorong mereka serta memberikan support dan kebutuhan yang dibutuhkan.

Perlombaan ini turut diikuti oleh peserta dari mancanegara, diantaranya seperti Malaysia, Qatar, Thailand, Indonesia, dan yang lainnya.

Diharapkan aplikasi ini dapat membantu masyarakat dan menghilangkan kesenjangan bagi teman disabilitas dalam hal pembelajaran.

“Harapannya mereka bisa mempelajari huruf hijaiyah tanpa adanya kesenjangan dengan yang lainnya,” tutup Amelia. (*)