MataPapua, Kota Sorong – Pembangunan Mal Sorong Modern City (SMC) kini memasuki babak baru. Proyek pusat perbelanjaan modern yang digarap PT. Moderen Multi Graha itu resmi menuntaskan struktur utamanya, ditandai dengan seremoni topping off yang digelar di kawasan Jalan Yos Sudarso, Kampung Baru, Kota Sorong, Rabu (22/4/2026).
Pencapaian ini menjadi penanda penting bahwa proyek telah melewati fase konstruksi inti dan bersiap menuju tahap penyelesaian akhir sebelum beroperasi. Mal SMC diproyeksikan menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi baru di Kota Sorong, sekaligus memperkuat wajah kawasan komersial modern di Papua Barat Daya.
Baca Juga :
TMMD 128 Kodim - 1708/BN Fokus Percepatan Pembangunan di Bondifuar
Direktur Utama PT. Moderen Multi Graha, Ir. Cecep Darmakusumah, menjelaskan bahwa Mal SMC dibangun dengan konsep terintegrasi yang menggabungkan fungsi ritel, hiburan, bisnis, hingga hunian dalam satu kawasan. Bangunan ini terdiri dari empat lantai dengan luas GFA sekitar 33.700 meter persegi dan NFA sekitar 22.400 meter persegi.
“Kawasan SMC merupakan sebuah kawasan yang mengintegrasikan fungsi retail, hiburan, bisnis, hingga hunian dalam satu lingkungan,” ujar Cecep.
Ia menambahkan, sejak ground breaking pada Februari 2025, pembangunan berjalan stabil hingga mencapai tahap topping off. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia, khususnya Kota Sorong.
Baca Juga :
Di Tanah Sunyi Nume; Langkah Itu Singgah, Rasa Itu Tinggal
“Momentum ini tidak hanya menjadi simbol pencapaian konstruksi, tetapi juga mencerminkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia,” ungkapnya.
Sejumlah tenant ternama dipastikan akan mengisi Mal SMC, di antaranya Matahari Department Store, Hypermart, XXI, Timezone, JCO & MAKO, Solaria, Adidas, Skechers, Crocs, hingga berbagai brand ritel dan gaya hidup lainnya. Selain itu, masih tersedia sekitar 120 unit ruang sewa dengan luas bervariasi antara 30 hingga 80 meter persegi yang tersebar di seluruh lantai.
Untuk sektor kuliner, tersedia sekitar 47 unit ruang F&B yang seluruhnya menghadap laut, memberikan nilai tambah dari sisi pengalaman pengunjung. Tak hanya itu, terdapat pula ruang komersial berukuran besar hingga 500 meter persegi sebanyak 15 unit, serta fasilitas pendukung seperti AC penuh, eskalator, lift, wifi publik, CCTV, hingga sistem keamanan gedung.
Baca Juga :
Pemprov Papua Tengah Usulkan 35 Raperda, Fokus Perkuat Otsus dan Kesejahteraan
General Manager Mal SMC Sorong, Reza Jr, menyebutkan bahwa geliat aktivitas di kawasan SMC sudah mulai terasa seiring perkembangan pembangunan. Pada April 2026, kawasan ini telah menghadirkan konsep Tenda Matoa sebagai area kuliner serta Pasar Senggol sebagai wahana hiburan anak.
“Seiring progres pembangunan mal, aktivitas bisnis di kawasan ini juga semakin ramai dan hidup,” jelas Reza.
Ke depan, Mal SMC ditargetkan memasuki tahap penyelesaian akhir dengan agenda soft opening pada 25 Juli 2026 dan pembukaan resmi pada 7 Agustus 2026. Selain pusat perbelanjaan, pengembangan kawasan juga akan mencakup pembangunan hotel bintang empat, perkantoran, apartemen, serta area komersial lainnya.
“Pengembangan kawasan ini akan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya menghadirkan kawasan modern yang terintegrasi di Kota Sorong,” pungkasnya.