Masjid Jami Al-Anwar di Pasuruan: Warisan Budaya Berusia 3,5 Abad
Masjid Jami Al-Anwar di Pasuruan, Jawa Timur, merupakan salah satu tempat ibadah bersejarah yang telah berdiri selama 3,5 abad. Sebagai masjid terbesar di kota tersebut, Masjid Al-Anwar menjadi kebanggaan masyarakat setempat dan sering dijadikan sebagai inspirasi dalam konstruksi bangunan lainnya.
Setiap Ramadan, masjid ini menggelar takjilan yang dihadiri oleh sekitar 500 orang, serta mengadakan pengajian rutin. Salah satu momen yang dinanti-nantikan adalah khataman Alquran yang diadakan pada malam ke-27 Ramadan. Menurut pengurus masjid, Firmansyah, antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke Masjid Al-Anwar tidak hanya dipicu oleh mitos atau kepercayaan gaib, melainkan juga karena keberadaan makam Kiai Hamid, yang dianggap memiliki kedudukan setara dengan Wali Songo. Hal ini menjadikan masjid sebagai salah satu tempat ziarah yang ramai dikunjungi.
Dalam rangka Safari Ramadan, tim Liputan 6 SCTV juga mengunjungi sentra busana muslim di Bangil, Pasuruan. Bulan Ramadan menjadi momen istimewa bagi produsen busana muslim, yang mencatatkan peningkatan pesanan dari berbagai daerah, terutama menjelang Lebaran. Untuk memenuhi permintaan yang meningkat, produsen baju dan bordir terpaksa meningkatkan kapasitas produksi, termasuk menambah jumlah karyawan dengan melibatkan seniman bordir dan pelajar SMA.
Di sentra pakaian bordir ini, berbagai jenis pakaian muslim seperti kebaya dan mukena menjadi favorit konsumen. Harga pakaian bervariasi, mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta. Selain busana wanita, produk lain seperti baju takwa, batik bordir, dan dekorasi rumah juga menjadi andalan bagi para produsen. Keberadaan bordir pada semua jenis pakaian tersebut menambah nilai jual dan daya tarik bagi konsumen.




