Mengatasi Kriminalitas: Penyebab, Dampak, dan Solusi
Oleh: Rina Kastori, Guru SMP Negeri 7 Muaro Jambi, Muaro Jambi, Provinsi Jambi
KOMPAS.com - Kriminalitas yang makin merajalela adalah dampak lanjutan dari segala macam masalah sosial yang muncul di masyarakat.
Apakah kamu sudah tahu? bahwa globalisasi ternyata juga dapat menciptakan kejahatan atau kriminalitas lintas negara. Kejahatan lintas negara dipandang sebagai salah satu ancaman serius dalam keamanan global.
Selain kejahatan lintas negara, kriminalitas juga terjadi sebagai akibat dari kehidupan pada era globalisasi. Apakah yang dimaksud dengan kriminalitas?
Kriminalitas dapat disebut juga sebagai segala bentuk tindakan yang melanggar norma hukum.
Skor PISA, Acuan Tingkat Keterampilan Pelajar dalam Visi Indonesia Emas 2045
Artikel Kompas.id
Tindakan kriminal yang dilakukan makin bervariasi. Mulai dari cara sederhana sampai menggunakan teknologi canggih dapat kita temukan. Kriminalitas yang dilakukan saat ini seolah ikut memanfaatkan arus globalisasi.
Bahkan, perkembangan media hiburan, media massa atau media sosial lain turut berperan dalam memicu terjadinya tindakan kriminal di kalangan masyarakat.
Lalu apakah yang menyebabkan terjadinya kriminalitas?
Faktor penyebab terjadinya kriminalitas
Faktor penyebab terjadinya kriminalitas adalah:
Pertentangan dan persaingan
Perbedaan ideologi politik
Kepadatan dan komposisi penduduk
Perbedaan kekayaan dan pendapatan
Mentalitas yang labil
Akibat dari kriminalitas
Banyaknya kriminalitas yang terjadi mengakibatkan dampak yang tidak sedikit. Adapun akibat dari kriminalitas di antaranya:
Merugikan pihak lain baik material maupun imaterial
Merugikan masyarakat secara keseluruhan
Merugikan negara
Mengganggu stabilitas keamanan masyarakat
Solusi kriminalitas
Kriminalitas yang makin banyak terjadi dalam masyarakat mengharuskan berbagai pihak berpikir mencari cara pemecahan yang dianggap efektif.
Adapun solusi yang dapat dilakukan seperti berikut:
Menegakkan sangsi hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu.
Mengaktifkan peran orang tua dan lembaga pendidikan dalam mendidik anak.
Selektif terhadap budaya asing yang masuk agar tidak merusak nilai budaya bangsa.
Menjaga kelestarian dan kelangsungan nilai dan norma dalam masyarakat.




