Menkop Usulkan Teknologi Baru untuk Dukung Gerakan Gentengisasi Nasional
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengusulkan penggunaan teknologi baru dalam produksi genteng Kopdes Merah Putih, termasuk campuran limbah batu bara, guna mendukung gerakan gentengisasi nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
22:02:18
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengemukakan bahwa produksi genteng oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dapat ditingkatkan kualitasnya. Peningkatan ini bisa dicapai melalui pemanfaatan teknologi baru dalam proses pembuatannya. Hal ini disampaikan di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (7/2).
Inovasi teknologi yang dimaksud mencakup penggunaan bahan campuran turunan limbah batu bara. Bahan ini akan dicampurkan ke dalam bahan baku tanah liat yang biasa digunakan untuk genteng. Tujuannya adalah menghasilkan genteng yang lebih kuat dan ringan.
Gagasan ini sejalan dengan inisiatif Presiden Prabowo Subianto mengenai gerakan nasional " gentengisasi". Gerakan tersebut bertujuan mengganti atap seng dengan genteng berbahan tanah liat. Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi garda terdepan dalam proyek strategis ini.
Inovasi Teknologi untuk Genteng Lebih Unggul
Menkop Ferry Juliantono menjelaskan bahwa teknologi baru ini melibatkan penambahan sedikit bahan dari sisa batu bara ke tanah liat. Campuran inovatif ini akan menghasilkan produk genteng yang memiliki bobot lebih ringan. Selain itu, kekuatan genteng juga akan meningkat secara signifikan.
Pemanfaatan limbah batu bara sebagai bahan campuran merupakan langkah strategis dalam industri genteng. Ini tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga berpotensi mengurangi dampak lingkungan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen terhadap produksi yang lebih berkelanjutan.
Dengan pendekatan teknologi ini, diharapkan genteng dapat diproduksi dengan harga yang lebih terjangkau oleh masyarakat. "Presiden bisa sampai memikirkan itu karena memang sebenarnya genteng bisa diproduksi dengan harga yang lebih murah, terjangkau dengan tadi pendekatan-pendekatan baru," ujar Ferry.
Gerakan Gentengisasi dan Isu Lingkungan
Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian khusus terhadap isu kebersihan lingkungan, terutama masalah sampah yang belum terselesaikan di banyak daerah. Gerakan "gentengisasi" ini juga berkaitan erat dengan upaya menjaga kebersihan. "Presiden ingin masalah 'resik', kebersihan, karena sekarang ternyata kan masalah sampah menjadi masalah yang terjadi di mana-mana dan belum ada solusinya," kata Ferry.
Selain aspek lingkungan, penggunaan genteng juga dihubungkan dengan keindahan dan kenyamanan hunian masyarakat. Banyak rumah di Indonesia masih menggunakan atap seng yang cenderung panas. Atap seng juga mudah berkarat, mengurangi kenyamanan penghuni.
Presiden Prabowo melihat bahwa "di atas genteng itu masih banyak rumah-rumah yang menggunakan seng." Genteng dianggap lebih baik karena "akan membuat lebih teduh, terus kemudian kualitasnya juga lebih kuat," kata Ferry. Proyek gentengisasi nasional ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Peran Kopdes Merah Putih dan Ketersediaan Bahan Baku
Gagasan proyek gentengisasi nasional ini akan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sebagai ujung tombak produksi. Koperasi ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak. Mereka akan memproduksi genteng dengan teknologi baru yang telah diusulkan.
Terkait potensi sebaran produksi oleh Kopdes Merah Putih, Menkop Ferry Juliantono optimistis. Ketersediaan bahan baku tanah liat dinilai sebagai modal yang dimiliki hampir seluruh daerah di Indonesia. "Kalau tanah kan semua juga ada," ucap dia.
Ketersediaan bahan baku lokal yang melimpah menjadi keuntungan besar bagi Kopdes Merah Putih. Hal ini memastikan keberlanjutan produksi genteng. Dengan demikian, target gerakan gentengisasi nasional dapat tercapai secara efektif dan efisien.




