Sentra Media - Ringkasan
Michael Bambang Hartono, pemilik PT Djarum, meninggal dunia di Singapura pada usia 86 tahun; jenazahnya akan disemayamkan dulu di Jakarta lalu dibawa ke Kudus, dengan pemakaman dijadwalkan pada 25 Maret.
Ia adalah pendiri dan pemimpin utama Djarum Group, yang awalnya bergerak di perdagangan kecil sebelum fokus pada rokok dan kemudian memperluas ke sektor perbankan, properti, serta teknologi, termasuk BCA, Polytron, Grand Indonesia, Blibli, Mola, Bakmi GM, dan klub sepak bola Como.
Selain dunia bisnis, Michael dikenal sebagai atlet bridge dan pernah meraih medali perunggu di Asian Games 2018, yang disertai hadiah uang.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Konglomerat yang juga pemilik PT Djarum, Michael Bambang Hartono meninggal dunia hari ini. Michael meninggal dalam usia 86 tahun di Singapura.
Budi Darmawan, Corporate Communications Manager PT Djarum mengatakan jenazah Michael Hartono akan disemayamkan di Jakarta serta akan dibawa ke kampung halamannya di Kudus.
"(Tanggal) 25 Maret dikebumikan, jam menyusul," kata Budi kepada Katadata.co.id, Kamis (19/3).
Michael Bambang Hartono lahir pada tahun 1939, adalah salah satu tokoh pengusaha terbesar dan terkaya di Indonesia. Ia dikenal sebagai pendiri dan pemimpin utama Djarum Group, salah satu perusahaan rokok terbesar.
Michael Bambang Hartono bersama saudaranya, Budi Hartono mulai membangun usaha keluarga yang awalnya bergerak di bidang perdagangan dan industri kecil. Seiring waktu, mereka memfokuskan usaha mereka di industri rokok dan memperluas portofolio bisnisnya.
Selain industri rokok, Michael dan Djarum juga memperluas usaha ke bidang lain seperti perbankan, properti, dan teknologi. Beberapa gurita bisnis Djarum antara lain BCA, Polytron, mal Grand Indonesia, Blibli, Mola, Bakmi GM, hingga klub sepak bola Como.
Tak hanya berbisnis, Michael juga dikenal sebagai atlet bridge. Ia bahkan sempat mendapatkan hadiah uang usai meraih medali perunggu dalam ajang Asian Games 2018 lalu.