Michael Hartono, Konglomerat dan Atlet Bridge, Meninggal Dunia
Ekonomi

Michael Hartono, Konglomerat dan Atlet Bridge, Meninggal Dunia

Sentra Media - Ringkasan

Michael Bambang Hartono, pemilik PT Djarum, meninggal pada 19 Maret di Singapura pukul 13:15; jenazahnya akan dimakamkan di Kudus setelah disemayamkan di Jakarta pada 25 Maret.

Ia termasuk orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan US$ 17,5 miliar dan menjadi pemegang saham utama PT Bank Central Asia Tbk bersama saudaranya setelah keluarga Salim kehilangan kendali pada krisis Asia 1997‑1998.

Kekayaan keluarga Hartono berawal dari bisnis rokok kretek Djarum dan kini meluas ke properti (Grand Indonesia), elektronik (Polytron), kendaraan listrik, serta e‑commerce Blibli yang IPO pada 2022; Michael juga dikenal sebagai atlet bridge yang meraih medali perunggu Asian Games 2018.

! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI

Konglomerat pemilik PT Djarum, Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada Kamis (19/3) di Singapura. Michael yang berusia 86 tahun itu meninggal pukul 13:15 waktu Singapura.

Corporate Communications Manager PT Djarum, Budi Darmawan, mengatakan jenazah Michael Hartono akan disemayamkan di Jakarta serta akan dibawa ke kampung halamannya di Kudus.

"(Tanggal) 25 Maret dikebumikan, jam menyusul," kata Budi kepada Katadata.co.id, Kamis (19/3).

Apabila menilik profilnya Michael Bambang Hartono merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan Forbes Billionaires per 19 Maret 2026, ia memiliki kekayaan sebesar US$ 17,5 miliar atau sekitar Rp 274 triliun atau naik US$ 136 juta 0,78% pada hari ini.

Melansir Forbes, Michael Hartono dikenal sebagai salah satu pemilik saham utama perbankan raksasa PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bersama saudaranya, R. Budi Hartono. Kepemilikan tersebut diperoleh setelah keluarga Salim kehilangan kendali atas bank tersebut saat krisis ekonomi Asia 1997–1998.

Sumber kekayaan keluarga Hartono berakar dari bisnis rokok kretek melalui Djarum, yang hingga kini menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Bisnis ini bermula dari sang ayah, Oei Wie Gwan, yang membeli perusahaan rokok bangkrut pada 1950 dan kemudian menamainya Djarum.

Selain perbankan dan tembakau, keluarga Hartono juga memiliki portofolio bisnis. Mulai dari properti salah satunya Grand Indonesia di Jakarta hingga merek elektronik Polytron. Polytron bahkan merambah bisnis kendaraan listrik pada 2025 dengan meluncurkan dua model mobil listrik di pasar domestik.

Di sektor digital, keluarga Hartono juga sempat membawa perusahaan Global Digital Niaga, pemilik platform e-commerce Blibli melantai di bursa pada 2022. Aksi korporasi tersebut menjadi salah satu penawaran umum terbesar di Indonesia saat itu dengan perolehan dana sekitar US$ 510 juta.

Tak hanya berbisnis, Michael juga dikenal sebagai atlet bridge. Ia bahkan sempat mendapatkan hadiah uang usai meraih medali perunggu dalam ajang Asian Games 2018 lalu.

You can share this post!