Migrasi Burung Layang-layang Asia di Yogyakarta: Pertanda Musim Hujan atau Ikhtiar untuk Bertahan Hidup?
Sumber Foto: kompas.com
Internasional

Migrasi Burung Layang-layang Asia di Yogyakarta: Pertanda Musim Hujan atau Ikhtiar untuk Bertahan Hidup?

KOMPAS.com - Sebuah unggahan di media sosial Instagram menampilkan burung-burung beterbangan di langit Yogyakarta pada malam hari.

Video tersebut memperlihatkan kawanan burung yang terbang dan hinggap di kabel-kabel listrik, menampilkan deretan burung yang berjejer nyaris menutupi kabel listrik itu sendiri.

Unggahan tersebut menuliskan, fenomena itu merupakan migrasi burung yang sering dikaitkan dengan pertanda datangnya musim hujan.

"Fenomena migrasi Burung Layang-Layang Asia di Yogyakarta, pertanda apa? Lokasi saat ini berada di kawasan sekitar Jalan KH. Ahmad Dahlan, di depan Kantor Bank Mandiri yang sebelumnya ada di area depan Museum Sonobudoyo. Fenomena ini sering kali dianggap sebagai pertanda datangnya musim hujan," tulis akun @hal********** pada Minggu (16/11/2025).

Lantas, jenis burung apakah itu? dan benarkan menjadi pertanda akan datangnya musim hujan?

Burung layang-layang tidak berkaitan langsung dengan perubahan musim di Indonesia

Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca, Ida Pramuwardani mengatakan fenomena migrasi burung layang-layang disebabkan untuk menghindari musim dingin ekstrem dari daerah asalnya.

"Tibanya burung layang-layang di Indonesia tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan adanya perubahan musim di wilayah Indonesia, khususnya Yogyakarta," jelas Ida ketika dihubungi Kompas.com pada Senin (17/11/2025).

Menurutnya, secara ilmiah, kedatangan mereka dipicu oleh musim dingin di belahan Bumi utara serta ketersediaan pakan di daerah tropis.

"Fenomena migrasi burung layang-layang pada dasarnya terjadi untuk menghindari musim dingin ekstrem di daerah asalnya, seperti Siberia, Jepang, Cina, Inggris, dan Rusia, menuju daerah yang lebih hangat di belahan Bumi selatan, dan singgah di Indonesia (Yogyakarta)," kata Ida.

Ida mengatakan bahwa migrasi biasanya dimulai sekitar bulan September hingga Oktober untuk kemudian burung-burung tersebut tiba di Yogyakarta pada kisaran bulan tersebut.

"Namun demikian, fenomena ini sering dikaitkan dengan pertanda awal musim hujan karena waktunya relatif bersamaan," pungkasnya.

Jenis Burung Layang-layang Migran

Presiden Indonesian Ornithologist Union (IdOU), Ignatius Pramana Yuda mengatakan bahwa burung-burung yang terlihat bertengger di kabel merupakan Burung Layang-layang Asia (Hirundo rustica).

"Burung migran yang bertengger di kabel-kabel di daerah itu disebut layang-layang Asia (Hirundo rustica), ada juga yang menyebut layang-layang kabel," kata Yuda, dikutip dari Kompas.com, Rabu (1/11/2023).

Menurut Yuda, burung-burung tersebut umumnya bertengger di pohon atau kabel listrik, serta migrasi tersebut bersifat musiman.

"Migrasi burung-burung ini bersifat musiman dan terjadi setiap tahun saat musim dingin di daerah Asia, mereka bermigrasi di daerah tropis yang lebih hangat," lanjutnya.

Sementara itu, Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Hidayat Azhari, mengatakan migrasi burung-burung tersebut dikarenakan para burung akan berkembangbiak dan mencari tempat yang memiliki banyak makanna.

"Karena musim dingin tidak ada banyak makanan, makanya mereka cari tempat yang hangat dan masih banyak makanan," jelasnya, dilansir dari Kompas.com.