Migrasi ke Kompor Listrik Tekan Ketergantungan Impor LPG
Internasional

Migrasi ke Kompor Listrik Tekan Ketergantungan Impor LPG

Sentra Media - Impor LPG menyedot subsidi pemerintah yang cukup besar.

Red: Nashih Nashrullah

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Elektrifikasi rumah tangga melalui migrasi ke kompor induksi merupakan langkah strategis untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang kian membebani anggaran negara.

"Konsumsi LPG kita saat ini mencapai kurang lebih 8 juta metrik ton per tahun, di mana sebagian besar masih dipenuhi melalui impor. Ini adalah beban besar bagi neraca perdagangan kita," ujar Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Baca Juga

7 Fakta Seputar Blokade Selat Hormuz yang Penting Diketahui

Penulis Ungkap Kondisi Sebenarnya Trump yang Panik di Balik Layar

Eks Petinggi Militer Israel: Iran Siap Balas Dendam, Trump Kemungkinan Berkhianat Tinggalkan Kami

Dia menjelaskan, penggunaan kompor induksi lebih efisien dibandingkan kompor gas konvensional. penggunaan listrik untuk memasak dinilai dapat menekan biaya operasional rumah tangga sekaligus mengurangi beban subsidi energi pemerintah.

Secara efek, kata dia, penggunaan listrik di sektor rumah tangga, termasuk kompor induksi, akan menghemat sekitar 30 persen jika dibandingkan dengan penggunaan energi fosil seperti LPG subsidi.

“Tingkat ketergantungan impor akan kita kurangi secara signifikan," ujar dia.

Dia menambahkan, sistem kelistrikan nasional saat ini berada dalam kondisi kuat untuk mendukung migrasi tersebut, dengan pasokan energi primer pembangkit yang terjaga.

"Kita punya pasokan listrik yang andal dari kekuatan domestik. Dengan mengubah energi berbasis impor seperti LPG menjadi energi berbasis listrik, kita tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga memperkuat kedaulatan energi nasional tepat dari dapur masyarakat," kata dia.

Ikuti Whatsapp Channel Republika

sumber : Antara

Advertisement

impor lpg

kompor listrik

pengalihan kompor listrik

Berita Terkait

Ekonomi - 15 June 2026, 17:27

Bahlil Usulkan Rp 815,56 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Kurangi Ketergantungan Impor LPG

Ekonomi - 26 May 2026, 11:23

Semarak Kebersamaan, PLN UPDL Bogor Adakan Lomba Masak dan Edukasi Kompor Listrik

Ekonomi - 02 May 2026, 21:34

Bahlil Ungkap RI kembangkan CNG Sebagai Alternatif LPG 3 Kilogram

Ekonomi - 29 April 2026, 12:39

Hilirisasi Batubara Jadi DME, Danantara Nilai Proyek Ini Bisa Tekan Impor LPG

Ekonomi - 24 April 2026, 15:59

Pertamina Cari Pasokan Minyak dan LPG ke AS, Impor Rusia Disiapkan

Ekonomi - 15 April 2026, 16:32

Mengupas Keunggulan Teknis BBG sebagai Solusi Energi Masa Depan

Ekonomi - 14 April 2026, 21:30

Kebijakan Pengalihan LPG Industri Didukung, Rakyat Harus Diprioritaskan

Visual - 09 April 2026, 15:07

Impor LPG Dominan dari AS, Ketahanan Energi Rentan?

Berita Lainnya

News - Kamis , 25 Jun 2026, 00:45 WIB

KPK Dalami Inisiatif Pembagian Kuota Haji Tambahan, Periksa Eks Dirjen PHU

News - Kamis , 25 Jun 2026, 00:34 WIB

Survei Terbaru: Citra AS di Dunia, Termasuk Indonesia Cenderung Negatif

News - Kamis , 25 Jun 2026, 00:30 WIB

Komisi VIII DPR Setujui Anggaran Rp4,5 Triliun untuk Pendanaan Pesantren di 2027

News - Kamis , 25 Jun 2026, 00:26 WIB

Siswa Sekolah Rakyat bakal Dilatih Taruna Akmil

News - Kamis , 25 Jun 2026, 00:15 WIB

Bangka Tengah Cetak Sejarah, Raih Opini WTP 10 Kali Berturut-turut dari BPK

You can share this post!