New York Jadi Pusat Investasi Kripto dengan Munculnya IPO Baru
Sektor mata uang kripto memasuki fase baru, karena semakin banyak bisnis yang menyediakan infrastruktur untuk aset digital memasuki pasar keuangan tradisional, terutama Wall Street. Di jantung gelombang ini adalah New York, yang dianggap hampir sebagai satu-satunya tujuan aliran modal besar ke mata uang kripto.
Perusahaan Prancis Ledger, salah satu perusahaan keamanan aset kripto terkemuka di dunia, dilaporkan siap menjadi perusahaan Prancis berikutnya yang terdaftar di Wall Street. Menurut Financial Times, Ledger mempercepat rencana IPO-nya dan dapat terdaftar di Bursa Saham New York paling cepat tahun ini, setelah bermitra dengan Goldman Sachs, Jefferies, dan Barclays. Sebelumnya, CEO Pascal Gauthier menyatakan bahwa pendanaan untuk aset kripto terkonsentrasi di New York, bukan di Eropa.
Tren ini mencerminkan lonjakan IPO yang diantisipasi pada tahun 2026 dari perusahaan-perusahaan yang mengkhususkan diri dalam menyediakan layanan infrastruktur dan alat untuk ekosistem mata uang kripto. Bisnis-bisnis ini memainkan peran kunci dalam menghubungkan aset digital ke sistem keuangan tradisional melalui layanan seperti penyimpanan, likuiditas, kepatuhan hukum, dan manajemen risiko.
Dorongan terbaru datang dari BitGo, penyedia layanan penyimpanan aset mata uang kripto dan dukungan hukum, serta kustodian untuk beberapa ETF mata uang kripto. BitGo secara resmi melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada 22 Januari di New York, memulai gelombang pencatatan saham perusahaan infrastruktur di sektor ini.
Selain Ledger dan BitGo, beberapa perusahaan lain juga dianggap sebagai kandidat potensial untuk IPO mendatang, termasuk Consensys, Chainalysis, Grayscale, dan Anchorage Digital. Ciri umum dari perusahaan-perusahaan ini adalah fokus mereka pada klien institusional, bukan investor individu.
Munculnya gelombang IPO baru ini menandai perubahan signifikan dari tahap awal pasar. Pada tahun 2021, Coinbase mempelopori tren ini, menjadi bursa mata uang kripto pertama yang terdaftar di Nasdaq, terutama melayani investor individu. Platform seperti Gemini, eToro, dan Bullish mengikuti jejaknya, dan banyak lagi yang diperkirakan akan terdaftar pada tahun 2026.
Namun, bisnis infrastruktur kini dianggap mewakili ekosistem yang lebih matang. Setelah gelembung dan koreksi tajam pada tahun 2021–2022, perusahaan-perusahaan ini terus membangun fondasi teknologi dan hukum mereka untuk menarik modal institusional, yang diproyeksikan akan meningkat secara signifikan mulai tahun 2024 dan seterusnya. Aktivitas seperti penyimpanan aset, pembayaran, kontrol kunci, kepatuhan terhadap peraturan, dan keamanan data menjadi area bisnis yang stabil, menarik minat yang semakin besar dari investor.
Lingkungan hukum di AS juga dianggap sebagai faktor kunci. Sejak Presiden Donald Trump kembali ke Gedung Putih, banyak kerangka hukum baru telah ditetapkan atau sedang dalam pembahasan, bersamaan dengan kebijakan yang dianggap lebih menguntungkan bagi sektor mata uang kripto. Pertumbuhan pesat stablecoin semakin meningkatkan permintaan dari lembaga keuangan tradisional untuk layanan infrastruktur yang aman dan diatur secara ketat.
Meskipun demikian, perkembangan setelah IPO BitGo menunjukkan bahwa pasar tetap sangat fluktuatif. Setelah melonjak 35% pada hari pertama perdagangannya, saham BitGo turun sekitar 10% dari harga IPO hanya beberapa hari kemudian. Beberapa analis berpendapat bahwa sektor infrastruktur mata uang kripto mungkin memasuki fase konsolidasi, dengan regulator memprioritaskan sejumlah kecil bisnis dengan skala yang lebih besar dan kemampuan yang lebih kuat di bidang-bidang utama seperti penyimpanan, kepatuhan, dan penyediaan data.




