OJK Berikan Tips Mengelola Keuangan di Tengah Ancaman Resesi 2023
Resesi disebut-sebut akan kembali mewarnai ekonomi dunia pada tahun 2023. Ekonomi global dihadapkan pada ancaman inflasi dan stagflasi yang dapat menurunkan daya beli hingga meningkatkan angka pengangguran. Situasi ini disebut bisa membuat ekonomi tahun depan akan lebih gelap.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bicara strategi menghadapi ancaman resesi ekonomi di 2023.
Analis Eksekutif Senior Strategic Committee OJK Sekar Putih Djarot mengatakan, ekonomi Indonesia pada saat ini masih tetap bertumbuh secara baik, international mometary fund (IMF) tetap memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5 persen.
"Sedangkan ekonomi dunia lainnya terjadi perlambatan. Kita harus waspada risiko penurunan ekonomi global," ujar Sekar dalam acara konferensi pers GoTo Financial di Four Points Hotel, Selasa (18/10).
Untuk itu, ia membeberkan sejumlah strategi yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengelola keuangan. Pertama, mengelola pos keuangan dengan memisahkan pos kebutuhan dan keinginan serta berhemat.
Kemudian, lanjut Sekar, menyiapkan dana darurat yaitu dana khusus yang dialokasikan untuk kebutuhan yang tidak terduga. Tidak hanya itu, ia juga mengajak untuk mulai berinvestasi sesuai dengan porsi risiko.
Masyarakat dapat memilih instrumen investasi yang mengutamakan imbal hasil lebih besar ketimbang tingkat inflasi.
"Tetap dipahami bahwa setiap investasi memiliki risiko, sehingga perlu memiliki instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko dan kondisi likuiditas keuangan," ujarnya.




