Pabrik VinFast di Subang Resmi Beroperasi, Jadi Hub Kendaraan Listrik di Asia
VinFast, perusahaan otomotif asal Vietnam, telah meresmikan fasilitas produksi kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat, pada 15 Desember 2023. Pabrik ini merupakan bagian dari kompleks industri VinFast yang memiliki luas 171 hektar dan melibatkan investasi total lebih dari 1 miliar dolar AS, setara dengan Rp16 triliun.
Pada tahap awal, pabrik ini memiliki kapasitas produksi sebesar 50.000 unit kendaraan per tahun. Namun, dalam fase lanjutan, kapasitas produksi dapat meningkat hingga 350.000 unit per tahun, untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan membuka peluang ekspor.
Fasilitas Produksi Modern dan Terintegrasi
Fasilitas produksi VinFast dilengkapi dengan lini produksi berstandar internasional yang memiliki tingkat otomatisasi tinggi dan teknologi canggih. Area produksi mencakup body welding (pengelasan bodi), pengecatan, perakitan, pusat inspeksi kualitas, dan gudang logistik.
Strategi Jangka Panjang di Indonesia
CEO VinFast Asia, Pham Sanh Chau, menegaskan pentingnya Indonesia dalam rencana jangka panjang perusahaan yang memulai langkahnya di industri otomotif pada tahun 2017. Kompleks industri ini diklaim sebagai ekosistem kendaraan listrik paling terintegrasi di Indonesia.
VinFast juga berencana untuk membangun kawasan industri pemasok di dekat pabrik ini, yang akan memenuhi kebutuhan VinFast serta berfungsi sebagai pusat pengembangan pemasok dan pelaku industri lokal yang terkait dengan elektrifikasi.
Pabrik Keempat VinFast di Dunia
Pabrik ini merupakan yang keempat yang dimiliki VinFast secara global dan menjadi yang pertama di Indonesia serta Asia Tenggara di luar Vietnam. Pabrik ini diproyeksikan dapat menyerap hingga 15.000 tenaga kerja.
Peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)
Pabrik yang diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, ditargetkan dapat mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk VinFast lebih dari 40 persen pada tahun 2026. Secara bertahap, TKDN diharapkan mencapai 60 persen pada tahun 2029 dan 80 persen mulai tahun 2030.
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemantoro, menegaskan bahwa keberadaan pabrik ini adalah bukti komitmen VinFast untuk berkontribusi dalam pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia, bukan semata-mata untuk mendapatkan insentif dari pemerintah. Pabrik ini akan menjadi basis produksi untuk model-model VinFast yang menggunakan setir kanan seperti VF 3, VF 5, VF 6, dan VF 7.




