Peluncuran Ekraf Hub: Rumah Kolaborasi untuk Pelaku Kreatif Indonesia
Jakarta - Dalam upaya mendukung pertumbuhan industri kreatif di Indonesia, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya telah meluncurkan Ekraf Hub, sebuah platform digital yang berfungsi sebagai rumah kolaborasi bagi sekitar 26,47 juta pelaku industri kreatif di tanah air. Peluncuran ini diharapkan dapat mendorong akselerasi sektor yang menyumbang sekitar Rp1.532 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Menurut Menteri Ekraf, Ekraf Hub tidak hanya berperan sebagai database, tetapi juga sebagai jembatan antara kreator dan calon pembeli. Platform ini memberikan akses kepada para pelaku kreatif untuk mengikuti berbagai program kementerian, termasuk pelatihan dan inisiatif lainnya yang mendukung pengembangan industri. "Kami berharap Ekraf Hub ini menjadi platform yang membantu para pegiat Ekraf di Indonesia," ujarnya dalam keterangan pers.
Fungsi dan Manfaat Ekraf Hub
Ekraf Hub dirancang sebagai ruang jejaring dan kolaborasi, sekaligus etalase bagi pelaku kreatif untuk mempromosikan karya mereka. Platform ini juga berfungsi sebagai penghubung antara pelaku industri kreatif dengan mitra potensial, serta menyediakan akses informasi dan peluang untuk berpartisipasi dalam berbagai agenda kreatif nasional, seperti pelatihan, inkubasi, dan pameran tingkat nasional maupun internasional.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bea Cukai, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai PDB sektor ekonomi kreatif pada tahun 2024 diperkirakan mencapai Rp1.532 triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai 26,47 juta. Sementara itu, nilai ekspor dari sektor ini diprediksi mencapai 25,10 miliar USD, dan total investasi diperkirakan sebesar Rp138,4 triliun.
Target Peningkatan hingga 2029
Dengan diluncurkannya Ekraf Hub, pemerintah menargetkan peningkatan nilai-nilai ini hingga tahun 2029, dengan sasaran kontribusi PDB sektor kreatif terhadap total PDB nasional sebesar 8,37 persen, penambahan jumlah tenaga kerja hingga mencapai 27 juta, serta peningkatan laju ekspor dan investasi masing-masing sebesar 5,96 persen dan 8,08 persen.
"Ekraf Hub diharapkan dapat membuka peluang baru dan mempercepat pertumbuhan industri kreatif nasional," ungkap Menteri Ekraf. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Ekraf, Reslyana Dwitasari, menambahkan bahwa kementerian berperan tidak hanya sebagai inkubator, tetapi juga sebagai akselerator untuk mendorong produk-produk kreatif hingga ke tingkat internasional.
Sesi Creator’s Talk dan Sharing Session
Peluncuran Ekraf Hub juga dimeriahkan dengan sesi creator's talk yang menghadirkan narasumber seperti Putri Tanjung dari TransMedia dan Deryansha, CEO Kasisolusi, yang membahas masa depan industri kreatif di era digital. Deryansha menyatakan, "Ide dari Kementerian Ekonomi Kreatif untuk menciptakan Ekraf Hub sangat cemerlang dan menjadi kabar baik bagi para pegiat ekraf daerah, karena memberi mereka peluang untuk berkembang lebih jauh."
Selain itu, sesi sharing session diisi oleh Faza Meonk, pencipta "Si Juki", dan Narenda Wicaksono, CEO Dicoding, yang berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dalam industri kreatif.
Peluncuran ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan kementerian dan lembaga pusat maupun daerah, asosiasi-asosiasi kreatif, serta pelaku dari 17 subsektor ekonomi kreatif.




