Pembangunan Infrastruktur dan Ekosistem Kreatif di Indonesia: Upaya Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan
Sumber Foto: beritajatim.id
Hub Berita

Pembangunan Infrastruktur dan Ekosistem Kreatif di Indonesia: Upaya Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan bahwa makna pembangunan infrastruktur di Indonesia harus diperluas. Ia menjelaskan bahwa infrastruktur tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik seperti jalan dan jembatan, tetapi juga mencakup ruang-ruang kreatif yang dapat mendukung inovasi dan produktivitas generasi muda.

Pengembangan Creative Hub di Setiap Kota

Dalam keterangannya pada Rabu, AHY mengungkapkan bahwa pemerintah sedang berupaya menyediakan creative hub di berbagai kota. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat kolaborasi lintas generasi, di mana pelaku industri kreatif dapat mengembangkan ide, karya, dan jaringan usaha mereka.

Salah satu wilayah yang menjadi sorotan adalah Provinsi Banten. Untuk mempercepat dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif di daerah tersebut, AHY melakukan komunikasi langsung melalui panggilan video dengan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Langkah ini bertujuan untuk menjembatani aspirasi pelaku usaha kreatif agar dapat ditindaklanjuti dalam kebijakan dan program pemerintah secara konkret.

Ekonomi Kreatif sebagai Pilar Pertumbuhan Baru

AHY menyampaikan bahwa Indonesia memiliki 17 subsektor ekonomi kreatif yang berpotensi menjadi motor pertumbuhan nasional di masa depan. Dengan berkurangnya ketergantungan pada sektor ekstraktif sumber daya alam, sektor berbasis kreativitas diyakini mampu menjadi alternatif yang berkelanjutan.

Ia menekankan pentingnya pengembangan industri kreatif yang didukung oleh infrastruktur yang adaptif terhadap kebutuhan zaman, termasuk fasilitas publik yang mendukung inovasi, kolaborasi, dan digitalisasi.

Pembangunan Infrastruktur yang Inklusif

Selain penguatan ekonomi kreatif, AHY juga menggarisbawahi pentingnya pembangunan infrastruktur yang inklusif dan adil. Pemerintah berkomitmen untuk memperkuat pembangunan melalui skema pembiayaan inovatif dan kerja sama dengan lembaga internasional.

Fokus kebijakan saat ini mencakup proyek strategis nasional, pemerataan pembangunan antarwilayah, serta keberlanjutan infrastruktur fisik dan digital. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi, terutama antara wilayah Jawa dan luar Jawa.

AHY menekankan bahwa infrastruktur merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, pembangunan tersebut harus mampu menjawab tantangan masa depan, termasuk kebutuhan ruang kreatif dan inovatif bagi generasi muda Indonesia. Melalui pendekatan ini, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan sektor kreatif sebagai fondasi ekonomi yang berbasis nilai tambah dan inovasi.