Pemenang Samsung Innovation Campus Batch 7 Siapkan Inovasi untuk Pasar
Sumber Foto: AsatuNews.co.id
Teknologi

Pemenang Samsung Innovation Campus Batch 7 Siapkan Inovasi untuk Pasar

Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 7 resmi berakhir, namun bagi para pemenang, ini menjadi fase krusial untuk mentransformasi purwarupa menjadi solusi komersial yang matang. Program ini menekankan agar inovasi yang dihasilkan peserta tidak berhenti pada tahap penjurian, melainkan terus berevolusi melalui pengembangan teknis yang adaptif terhadap dinamika pasar.

Banu Pribadi, Head of Group Product Integration Samsung R&D Institute Indonesia, menyoroti pentingnya kemampuan adaptasi produk di tengah tren teknologi yang berubah cepat. Melalui pembekalan kecerdasan buatan (AI), peserta diharapkan memiliki mentalitas untuk selalu selangkah lebih maju dalam membaca peluang.

"Pasar teknologi sangat dinamis, di mana tren bisa berubah drastis hanya dalam waktu dua bulan. Melalui pembekalan AI dan upaya memangkas knowledge gap dalam program ini, kami mempersiapkan peserta agar memiliki mentalitas 'selangkah lebih maju' dalam melihat peluang pasar," jelas Banu Pribadi.

Salah satu langkah konkret ditunjukkan oleh Team Lumyx dari SMA Darma Yudha. Mereka berencana mengembangkan ALEX, asisten AI miliknya, melampaui batas perangkat lunak. Tim ini akan mengintegrasikan komponen perangkat keras berupa roda dan tangan agar ALEX memiliki mobilitas fisik.

Transformasi ini diproyeksikan menjadikan ALEX sebagai pendamping robotik mandiri yang mampu bergerak mendekati pengguna dan membantu pekerjaan fisik ringan di masa depan. Upaya ini menjadi bukti ambisi talenta muda untuk membawa AI ke ranah implementasi praktis.

Penguatan Riset Medis Physiotrack

Di sisi lain, Team Outliers dari Universitas Kristen Satya Wacana memilih jalur penguatan riset akademis untuk aplikasi Physiotrack. Inovasi yang fokus pada rehabilitasi pasca-stroke ini akan dibawa ke laboratorium riset kampus guna memantapkan algoritma medisnya.

Pemanfaatan ekosistem universitas ini bertujuan meningkatkan akurasi pemantauan pasien jarak jauh. Dengan validasi medis yang lebih kuat, Physiotrack diharapkan menjadi asisten pintar yang teruji secara teknis untuk membantu masyarakat luas. Komitmen kedua tim ini mempertegas bahwa solusi digital dari ajang kompetisi memiliki potensi besar untuk mempermudah hidup manusia di masa depan jika dikelola dengan bimbingan yang tepat.