Pemerintah Luncurkan Program Sekolah Rakyat: Harapan Baru atau Sebuah Ilusi?
Sumber Foto: BBC
Sentra Liputan

Pemerintah Luncurkan Program Sekolah Rakyat: Harapan Baru atau Sebuah Ilusi?

Pemerintah Indonesia saat ini tengah membuka pendaftaran untuk program Sekolah Rakyat, yang ditujukan untuk memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini mengusung konsep asrama dan diharapkan dapat membantu memutus mata rantai kemiskinan. Namun, beberapa pihak mempertanyakan efektivitas dan transparansi dari program ini.

Pendaftaran dan Lokasi Sekolah Rakyat

Pendaftaran untuk guru dan siswa Sekolah Rakyat telah dibuka, dengan rencana pembangunan sekolah yang menghabiskan anggaran hingga Rp150 miliar per sekolah. Salah satu lokasi yang menjadi percontohan adalah di Solo, Jawa Tengah, yang ditargetkan akan dibuka pada tahun ajaran baru 2025/2026. Namun, sosialisasi mengenai program ini di kalangan masyarakat lokal masih minim, sehingga banyak warga yang merasa tidak mendapatkan informasi yang cukup.

Respon Masyarakat terhadap Sekolah Rakyat

Tutiek Budhawati, seorang ibu dari Solo yang bekerja sebagai buruh cuci, mengaku belum mendengar sosialisasi mengenai Sekolah Rakyat meskipun lokasi sekolah direncanakan tidak jauh dari rumahnya. Dia merasa skeptis terhadap program ini, terlebih dengan adanya isu bahwa banyak orang kaya yang mengajukan surat miskin untuk mendapatkan akses ke sekolah negeri gratis. Tutiek berharap putrinya bisa mendapatkan pendidikan yang layak, tetapi merasa bahwa program yang ada saat ini belum sepenuhnya menjangkau masyarakat miskin.

Di Batam, Sukri dan Aris, warga di Pulau Rempang, juga menyatakan bahwa lebih baik pemerintah fokus untuk memastikan bantuan pendidikan yang ada tersalurkan dengan baik daripada membangun Sekolah Rakyat yang dianggapnya sebagai pemborosan. Mereka menilai bahwa sekolah negeri sudah cukup gratis dan bantuan pemerintah lainnya sudah ada.

Persiapan dan Rencana ke Depan

Di Makassar, program Sekolah Rakyat juga dipersiapkan di Sentra Wirajaya. Namun, beberapa warga, seperti Kamaruddin, mengaku belum mengetahui program ini. Kamaruddin memiliki anak-anak yang ingin mendapatkan pendidikan tinggi dan berharap Sekolah Rakyat dapat membantu mereka, meskipun informasi mengenai program tersebut masih terbatas.

Pandangan Pengamat Pendidikan

Beberapa pengamat pendidikan mengkritik program Sekolah Rakyat ini. Mereka berpendapat bahwa program ini bisa membuka celah penyelewengan dan menciptakan sistem pendidikan yang eksklusif berdasarkan kelas sosial. Ada juga kekhawatiran bahwa nasib murid di Sekolah Rakyat akan tergantung pada kebijakan pemerintah yang dapat berubah-ubah. Pengamat pendidikan menyarankan agar pemerintah lebih fokus pada perbaikan sekolah yang sudah ada dan meningkatkan kualitas pendidikan secara umum.

Kesimpulan

Program Sekolah Rakyat diharapkan mampu memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Namun, tantangan dalam sosialisasi, transparansi pengelolaan anggaran, serta efektivitas program ini menjadi sorotan. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada pelaksanaan dan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa pendidikan berkualitas dapat diakses oleh semua kalangan, terutama yang membutuhkan.