Pemko Batam Siapkan Strategi Atasi Pengangguran di Tengah Arus Migrasi Tinggi
Sumber Foto: batamtv.com
Internasional

Pemko Batam Siapkan Strategi Atasi Pengangguran di Tengah Arus Migrasi Tinggi

Sentra Media - Batam

Batam, batamtv.com – Wali Kota Batam Amsakar Achmad memaparkan strategi Pemerintah Kota Batam dalam menekan tingkat pengangguran terbuka saat mengikuti presentasi kepala daerah pada ajang Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah secara daring, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri tersebut diikuti dari Kantor Wali Kota Batam.

Dalam paparannya, Amsakar menjelaskan kondisi umum Batam yang memiliki luas wilayah 1.020,28 kilometer persegi, terdiri atas ratusan pulau, serta dihuni lebih dari 1,3 juta jiwa.

Dari sisi ekonomi, Batam mencatat pertumbuhan positif. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi berada di angka 6,69 persen dan meningkat menjadi 6,76 persen pada 2025. Persentase kemiskinan juga mengalami penurunan, dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen. Tingkat pengangguran terbuka tercatat turun dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen.

Meski menunjukkan tren membaik, Amsakar menilai tingginya arus migrasi menjadi tantangan utama. Ia menyebut Batam termasuk daerah dengan tingkat perpindahan penduduk yang tinggi di Indonesia.

Data 2025 mencatat jumlah penduduk masuk mencapai 49.009 jiwa, sementara yang keluar sebanyak 31.353 jiwa, sehingga terdapat selisih signifikan yang berdampak pada peningkatan jumlah pencari kerja.

Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh persepsi Batam sebagai daerah dengan peluang ekonomi yang besar. Namun, hal itu juga menimbulkan sejumlah persoalan, seperti kesenjangan kompetensi tenaga kerja, persaingan antara penduduk lokal dan pendatang, serta perubahan kebutuhan industri menuju sektor digital dan manufaktur maju.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah daerah menjalankan sejumlah program yang berfokus pada perencanaan tenaga kerja, peningkatan keterampilan, serta penempatan tenaga kerja.

Pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor industri, lembaga pelatihan, perguruan tinggi, serta Balai Latihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan.

Selain itu, kerja sama juga melibatkan perusahaan penempatan pekerja migran dan lembaga pendukung pendidikan vokasi.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kota Batam menargetkan penurunan angka pengangguran sekaligus peningkatan daya saing tenaga kerja di tengah pertumbuhan ekonomi dan tingginya mobilitas penduduk.

Penanggungjawab : oktarian

Editor : pariadi

Reporter : sonia nurulaini

Previous article Halalbihalal Seibeduk, Amsakar–Li Claudia Ajak Warga Perkuat Persatuan Bangun Batam

Next article Batam Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah, Libatkan Swasta dan Bangun TPST Terpadu