Pemkot Makassar Dorong Pembentukan Makassar Creative Hub untuk Tekan Pengangguran
Pemerintah Kota Makassar mendorong pembentukan Makassar Creative Hub sebagai upaya menekan angka pengangguran sekaligus menyiapkan anak muda agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan, program Creative Hub menjadi salah satu program unggulan dirinya bersama Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Kolaborasi Sinergitas Penguatan SDM Angkatan Kerja Kota Makassar melalui Pelatihan Vokasi di Aula Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar, Kamis.
“Kami bersama ibu wakil wali kota punya program strategis yang harus jalan secepatnya yaitu Makassar Creative Hub,” ujar Munafri.
Wadah ekonomi kreatif dan penguatan keterampilan
Munafri menjelaskan Creative Hub dirancang sebagai wadah kreativitas bagi pelaku ekonomi kreatif dalam bentuk infrastruktur fisik. Melalui program itu, Pemkot Makassar juga menyatakan siap berkolaborasi dengan BBPVP Makassar untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Ia menegaskan Creative Hub diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengasah keterampilan dan keahlian agar mampu bersaing di pasar kerja.
Munafri menyoroti kondisi pencarian kerja di Makassar yang dinilainya masih menyisakan persoalan. Ia mempertanyakan mengapa warga lokal kerap kesulitan mendapatkan pekerjaan, sementara pekerja dari kota lain seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya dapat datang dan bekerja di Makassar.
Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah ketidaksesuaian antara kebutuhan pemberi kerja dan kemampuan SDM yang tersedia. Dari situ, kata dia, muncul gagasan Creative Hub untuk meningkatkan atau meng-upgrade kemampuan anak muda Makassar agar lebih mudah diterima di dunia kerja.
Belajar dari pengalaman Filipina
Munafri juga menyebut Makassar Creative Hub diharapkan menjadi identitas yang memberi harapan baru bagi anak muda Makassar, baik untuk peluang kerja di dalam maupun luar negeri. Ia mencontohkan Filipina yang dikenal memiliki tenaga kerja terampil dan reputasi kuat di pasar internasional.
Ia menyinggung Technical Education and Skills Development Authority (TESDA), lembaga pemerintah Filipina yang berperan meningkatkan keterampilan tenaga kerja melalui pelatihan vokasional dan teknis, termasuk sertifikasi untuk memenuhi kebutuhan industri.
Dari pemikiran tersebut, Munafri berharap Makassar Creative Hub dapat menjadi garda terdepan untuk menarik minat masyarakat sekaligus menekan jumlah pengangguran. Namun ia mengakui, program itu tidak akan mampu menjangkau seluruh warga Makassar mengingat jumlah penduduk yang besar.
Kolaborasi dengan BBPVP dan dukungan mitra
Untuk memperluas dampak, Pemkot Makassar menyatakan siap berkolaborasi dengan BBPVP Makassar dalam penyelenggaraan pelatihan. Munafri menyebut pihaknya akan mendorong penyusunan nota kesepahaman serta kegiatan-kegiatan yang dapat segera dijalankan dalam waktu dekat.
Selain itu, Pemkot Makassar juga berencana mengkomunikasikan program tersebut dengan mitra-mitra strategis, termasuk pihak swasta, guna memperoleh dukungan.




