Pengembangan Budi Daya Ikan Air Tawar di Banyuwangi: Luasan Kolam Capai 170 Hektare
Sumber Foto: Radar Banyuwangi
Sentra Liputan

Pengembangan Budi Daya Ikan Air Tawar di Banyuwangi: Luasan Kolam Capai 170 Hektare

Banyuwangi, yang dikenal sebagai sentra penghasil ikan laut, juga memiliki potensi besar dalam budi daya ikan air tawar. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen untuk mempromosikan gerakan gemar makan ikan, meskipun tingkat konsumsi ikan di daerah ini masih terbilang rendah dibandingkan dengan daerah lain.

Menurut Mega Yuniartik, Dosen Jurusan Perikanan di Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi, produksi ikan air tawar di kawasan ini cukup signifikan. Berdasarkan data tahun 2020, luas kolam budi daya ikan air tawar di Banyuwangi mencapai 170 hektare, yang tersebar di 11 desa di tujuh kecamatan.

Daerah Budi Daya Ikan Air Tawar

Kecamatan yang terlibat dalam budi daya ikan air tawar mencakup:

  • Desa Tulurejo dan Desa Sumbergondo di Kecamatan Glenmore
  • Desa Jajag di Kecamatan Gambiran
  • Desa Kembiritan dan Desa Genteng Kulon di Kecamatan Genteng
  • Desa Sempu dan Desa Tegalarum di Kecamatan Sempu
  • Desa Sukomaju di Kecamatan Srono
  • Desa Parangharjo dan Desa Bayu di Kecamatan Songgon
  • Desa Kluncing di Kecamatan Licin

Mega mencatat bahwa meskipun budi daya ikan air tawar berkembang, tingkat konsumsi ikan di Banyuwangi masih kurang. Di daerah pesisir, masyarakat cenderung lebih memilih untuk menjual ikan daripada mengonsumsinya. "Ibaratnya mereka berpikir sudah setiap hari melihat ikan," ungkapnya.

Komoditas Ikan Air Tawar

Budi daya ikan air tawar di Banyuwangi mencakup sembilan komoditas utama, yaitu:

  • Ikan patin
  • Ikan nila
  • Ikan emas
  • Lele
  • Gurami
  • Mujair
  • Tawes
  • Bawal
  • Sidat

Menurut Mega, budi daya ikan air tawar di Banyuwangi memiliki potensi yang cukup besar, terutama di daerah dataran yang sesuai untuk ikan emas dan gurami, yang membutuhkan lingkungan air yang bersih.

Metode Budi Daya

Budi daya ikan air tawar di Banyuwangi tidak hanya dilakukan di kolam. Metode lain, seperti keramba, juga diterapkan, terutama di Desa Kluncing. Selain itu, terdapat metode mina padi yang digunakan untuk mengembangbiakkan ikan nila di Kecamatan Glenmore, Kalibaru, dan Songgon. "Setelah tiga bulan, ikan bisa dipanen karena pada masa itu kadar air di sawah mulai berkurang, sehingga ada dua keuntungan," jelas Mega.

Untuk keramba, ikan nila dan ikan emas dibudidayakan di Kecamatan Glenmore, Kalibaru, dan Kabat, sementara keramba ikan tombro dapat ditemukan di Kecamatan Licin.