Pengembangan Kutai North Hub: SKK Migas Lanjutkan Tahapan Proyek
Sumber Foto: RuangEnergi.com
Hub Berita

Pengembangan Kutai North Hub: SKK Migas Lanjutkan Tahapan Proyek

Jakarta, ruangenergi.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengonfirmasi bahwa setelah rencana pengembangan (Plan of Development/POD) untuk Kutai North Hub disetujui pada pertengahan Agustus 2024, saat ini tahap front-end engineering design (FEED) sedang dikerjakan.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, menjelaskan bahwa setelah proses FEED selesai dan semua perizinan yang diperlukan terpenuhi, langkah selanjutnya adalah memproses keputusan investasi akhir (Final Investment Decision/FID).

"Setelah POD Kutai North Hub disetujui, kami sedang mengerjakan FEED. Setelah itu, kami akan memproses FID. Selain itu, studi reaktivasi satu unit kilang LNG juga dilakukan secara bersamaan, sehingga nantinya akan ada dua train tambahan," ungkap Dwi Soetjipto dalam sebuah diskusi virtual.

Rincian Pengembangan Kutai North Hub

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari portal ENI, POD Kutai North Hub mencakup pengembangan cadangan gas sebesar 5 triliun kaki kubik (TCF) dan 400 juta barel kondensat, yang berasal dari temuan Geng North yang diumumkan pada Oktober 2023. Selain itu, terdapat 1,6 TCF gas dari temuan Gehem yang berdekatan, yang akan disalurkan melalui sumur bawah laut, jalur aliran, dan fasilitas Floating, Production, Storage and Offloading (FPSO) baru dengan kapasitas penanganan sekitar 1 miliar kaki kubik per hari (BCFD) gas dan 80.000 barel kondensat per hari.

Gas yang dihasilkan akan diolah di atas FPSO dan selanjutnya disalurkan ke fasilitas penerimaan darat di Terminal Santan serta jaringan pipa di Kalimantan Timur. Sebagian gas akan dicairkan di fasilitas LNG Bontang untuk pasar domestik, sedangkan kondensat akan distabilkan dan disimpan di FPSO, sebelum dievakuasi dengan kapal tanker.

Proyek Gendalo & Gandang

Selain itu, POD Gendalo & Gandang juga telah disetujui, yang mencakup pengembangan cadangan gas kumulatif sebesar 2 TCF di Ganal PSC melalui sumur bawah laut yang terhubung kembali ke Fasilitas Pengolahan Utama (FPU) Jangkrik. Pengembangan ini diharapkan dapat memperpanjang plateau produksi gas Jangkrik, yang saat ini mendekati 750 juta kaki kubik per hari (mmscf/d) selama minimal 15 tahun ke depan.

Kemitraan Strategis

Pengembangan Kutai North Hub dan Gendalo & Gandang merupakan hasil dari kemitraan strategis yang erat antara Eni dan SKK Migas. Proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap konten lokal dan meningkatkan pemanfaatan kapasitas di pabrik LNG Bontang, serta memastikan pasokan gas untuk konsumsi domestik.

Eni juga berencana untuk melaksanakan kampanye pengeboran dalam 4-5 tahun mendatang untuk mengeksplorasi potensi lapangan yang signifikan di dalam blok-blok yang dikelola di Cekungan Kutei, yang diperkirakan mencapai lebih dari 30 TCF gas, dengan sebagian besar risiko telah diminimalisir setelah temuan Geng North.