Penghafal Alquran Berpeluang Lolos Seleksi Anggota Polri di Beberapa Polda
Sumber Foto: BBC
Sentra Liputan

Penghafal Alquran Berpeluang Lolos Seleksi Anggota Polri di Beberapa Polda

Mulai tahun ini, sejumlah kepolisian daerah di Indonesia mengimplementasikan syarat baru dalam proses seleksi penerimaan anggota Polri, dengan memberikan akses khusus bagi pendaftar yang hafal Alquran. Di Polda Jawa Timur, misalnya, peserta yang mampu menghafal Alquran hingga 30 juz akan langsung lolos dalam seleksi.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera, menyatakan bahwa polisi yang hafiz Alquran akan diberikan tugas untuk membentuk mental dan kepribadian masyarakat melalui kegiatan-kegiatan keagamaan. "Kita harapkan anggota-anggota yang memiliki kemampuan, terutama dalam bidang agama, bisa masuk ke sentra-sentra yang diharapkan mampu melayani masyarakat," ujarnya.

Frans menambahkan bahwa anggota yang hafiz Alquran diharapkan dapat berperan sebagai dai di pesantren dan masjid untuk menyampaikan tugas-tugas kepolisian di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat.

Polda Jawa Barat dan Polda Jawa Tengah juga menerapkan syarat serupa dalam proses rekrutmen anggota baru. Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, menjelaskan bahwa meskipun terdapat keterbatasan, santri pondok pesantren, terutama yang hafiz Alquran, akan mendapatkan prioritas dalam perekrutan.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Marioto, menggarisbawahi bahwa selain persyaratan hafiz Alquran, pendaftar juga harus memenuhi syarat formal lainnya, seperti tinggi badan minimal 165 cm untuk laki-laki, serta menjalani tes kesehatan dan kemampuan berenang. Ia menekankan bahwa syarat hafiz Alquran hanya berlaku bagi santri lulusan pondok pesantren.

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Benedictus Bambang Nurhadi, menyatakan bahwa persyaratan ini sah dalam proses perekrutan dan tidak mencerminkan konservatisme agama. "Ini lebih kepada pemenuhan kebutuhan dalam rekrutmen anggota Polri, khususnya dalam program talent scouting," ungkapnya.

Program talent scouting merupakan inisiatif Polri untuk menerimakan anggota yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik, sesuai dengan prestasi yang dimiliki calon anggota. Jalur ini juga membuka kesempatan bagi mereka yang memiliki kemampuan membaca Alquran.

Meski demikian, Kombes Frans Barung Mangera mengakui bahwa hingga saat ini belum ada calon anggota Polri yang mampu menghafal 30 juz Alquran dari belasan ribu pendaftar. "Kami akan menurunkan standar menjadi hafiz 20 juz, namun hingga kini kami belum menemukan calon yang memenuhi kriteria tersebut," tambahnya.

Frans berharap bahwa proses rekrutmen ini tidak hanya mempertimbangkan fisik dan integritas, tetapi juga kualitas religiusitas calon anggota. "Kami ingin penerimaan polisi mencakup aspek yang lebih luas, termasuk pembentukan mental kepribadian masyarakat melalui kegiatan keagamaan," jelasnya.

Hingga saat ini, sekitar 17.000 orang telah mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri, sementara kuota yang dibutuhkan hanya sekitar 1.000 orang. Frans optimis bahwa penghafal Alquran akan ditemukan melalui seleksi di berbagai wilayah.

Ia juga menanggapi tudingan bahwa proses rekrutmen ini bersifat diskriminatif bagi mereka yang tidak beragama Islam, menegaskan bahwa siapa pun calon anggota Polri yang memiliki prestasi tertentu dapat mengikuti jalur khusus ini.

Sebelumnya, pada tahun 2014, Polda Sumatra Selatan telah melakukan terobosan serupa dengan merekrut polisi baru dari jalur hafiz Alquran, yang menghasilkan enam polisi muda, termasuk seorang perempuan.