Penguatan Ekosistem Koperasi Desa di Bantul Melalui Model HUB Sekunder
Sumber Foto: Pemerintah Kabupaten Bantul
Hub Berita

Penguatan Ekosistem Koperasi Desa di Bantul Melalui Model HUB Sekunder

Kementerian Koperasi dan UKM, melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul, telah mengadakan sesi berbagi untuk memperkuat ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang berbasis model HUB sekunder. Kegiatan ini berlangsung di Ingkung Kuali Pusat, Bantul, dan dihadiri oleh 44 perwakilan pengurus KDKMP dari berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Bantul.

Pentingnya Koperasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Desa

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bantul, Fenty Yusdayati, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Pembentukan KDKMP, menekankan pentingnya penyamaan persepsi mengenai peran koperasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di desa. "Koperasi itu dibutuhkan untuk menguatkan pertumbuhan ekonomi di desa. Kami sudah melakukan pembinaan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan anggota koperasi," ujarnya.

Fenty menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bantul terus berupaya mengembangkan koperasi sekunder sebagai lembaga ekonomi yang dapat menyerap berbagai potensi yang ada di desa. "Koperasi sekunder ini diharapkan dapat menyerap potensi desa, tidak hanya dalam pengelolaan sembako, tetapi juga dalam membangun rantai pasok pangan lokal, memperkuat produksi UMKM desa, dan membuka akses pasar yang lebih luas," jelasnya.

Praktik Terbaik dan Identifikasi Kendala

Menurut Fenty, sesi berbagi ini merupakan momen penting bagi pengurus KDKMP untuk saling berbagi praktik terbaik, mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan, serta menyampaikan kebutuhan pendampingan agar pemangku kepentingan dapat mengetahui kondisi aktual di lapangan. Forum ini diharapkan menjadi pijakan dalam merumuskan langkah-langkah penguatan koperasi di masa mendatang.

Tantangan dan Kebijakan Penguatan Koperasi

Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha pada Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM, Cecep Setyawan, menjelaskan bahwa dunia usaha saat ini dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. "Perkembangan teknologi yang cepat, perubahan pasar global, dan tuntutan efisiensi membuat koperasi harus lebih adaptif, inovatif, dan memiliki jejaring bisnis yang kuat," ungkapnya.

Cecep menambahkan bahwa pemerintah terus melakukan penguatan melalui berbagai kebijakan strategis, termasuk Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025. Salah satu inovasi yang didorong adalah model koperasi berbasis HUB sekunder, yang berfungsi sebagai pusat kolaborasi, agregasi, dan akselerasi bisnis antar-koperasi. "Model ini diharapkan dapat memperkuat koperasi primer dengan menyediakan layanan yang lebih terintegrasi, efisien, dan berorientasi pada pengembangan usaha," jelasnya.

Membangun Kolaborasi Antara Pemangku Kepentingan

Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jaringan usaha koperasi, menggali masukan dari para pemangku kepentingan, serta membangun kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, pengurus KDKMP, dan mitra swasta. Dengan pendekatan HUB sekunder, KDKMP diharapkan mampu memperkuat rantai usaha, meningkatkan daya saing, dan memperluas jangkauan layanan ekonomi bagi masyarakat desa.