Penyu Tempayan Gumus Menemukan Rute Migrasi Baru Sejauh 24.000 Kilometer
Bagikan:
JAKARTA - Penyu tempayan (loggerhead sea turtle) bernama Gumus (Perak) menempuh perjalanan sejauh 24.000 kilometer (14.913 mil) melintasi Mediterania, salah satu rute migrasi paling mengejutkan yang pernah tercatat untuk spesies ini.
Gumus dan penyu tempayan lainnya, Altin (Emas), dipasangi pelacak satelit dan dilepaskan pada Juli 2024, di Pantai Kızılot di distrik Manavgat di Antalya di pantai Mediterania Turki, sebagai bagian dari proyek penelitian, pemantauan, dan konservasi penyu laut Asosiasi Penelitian Ekologi (EKAD).
Sementara Altin mengikuti rute klasik di sepanjang pantai Libya, Gumus mengambil jalur yang sama sekali tidak terduga.
Ia meninggalkan Antalya, menyeberangi laut lepas, singgah di dekat pulau-pulau Yunani, mencapai Sisilia dan Italia, sebelum menuju Teluk Hammamet di Tunisia.
Gumus kemudian melakukan perjalanan ke barat sepanjang pantai Afrika Utara, melewati dekat Jalur Gaza, Danau Bardawil di Mesir, dan Ras el-Bar sebelum berputar kembali ke arah Sisilia.
Dari sana, ia melanjutkan perjalanan ke barat melalui Laut Tyrrhenian, melewati Sardinia, sepanjang Aljazair, dan masuk ke Laut Balearic. Bulan lalu, ia berada di lepas pantai Torrevieja, Spanyol.
Onur Candan dari EKAD mengatakan kepada Anadolu, Gumus telah menemukan koridor migrasi baru di Mediterania.
"Kami percaya perilaku yang tidak biasa ini terkait dengan kenaikan suhu permukaan laut, tanda yang jelas dari perubahan iklim," jelasnya seperti dikutip dari Anadolu (20/2).
BACA JUGA:
| BERITA
Temui Marco Rubio, Menlu Sugiono Bahas Hubungan Bilateral Indonesia-AS hingga Situasi di Palestina
21 Februari 2026, 10:30
| BERITA
Menlu Sugiono Pastikan Pasukan Indonesia di ISF Tidak Melakukan Operasi Militer, Perlucutan Senjata dan Demiliterisasi
21 Februari 2026, 09:22
| BERITA
Presiden Trump Ungkap Pernah Pertimbangkan Anugerahi Dirinya Medal of Honor
21 Februari 2026, 05:00
| BERITA
80 Ribu Jemaah Padati Masjid Al-Aqsa untuk Salat Jumat Pertama Ramadan Tahun Ini
21 Februari 2026, 04:00
| BERITA
Inggris Tolak Penggunaan Pangkalan Militernya untuk Serangan ke Iran
20 Februari 2026, 18:00
EKAD juga melacak dua penyu yang baru-baru ini diberi tanda, Flora dan Fauna, yang rutenya mencakup area yang luas, termasuk Tripoli, Mersin, Yunani, dan Ibiza.
Proyek ini menyediakan data penting untuk melindungi spesies yang terancam punah karena pemanasan air terus mengubah pola migrasi tradisional di Mediterania.
Tag: internasional penelitian penyu pelestarian hewan
Tag Terpopuler
#prabowo subianto #donald trump #hari pendidikan nasional #ibadah haji 2026 #krisis bbm #konflik timur tengah
Populer
| BERITA
Donald Trump Ancam Naikkan Tarif Mobil Eropa Jadi 25 Persen
03 Mei 2026, 00:26
| BERITA
GPF UEA Ingin Buka Kantor di Indonesia, Menag Dorong Kajian Islam Pakai AI
03 Mei 2026, 00:10
Terkait
| BERITA
Antalya Luncurkan Pelacakan Pintar Penyu Tempayan yang Terancam Punah
20 Juli 2025, 12:00
| BERITA
Rute Kereta Non-stop Terpanjang di India Kehilangan Gelarnya
03 September 2023, 20:00
| BERITA
40 Ribu Tukik Penyu Tempayan Diharapkan Capai Laut Tahun Ini, Sarangnya Dilindungi Pemerintah
10 September 2022, 16:00
| BERITA
Penyu 'Selebriti' Turki 'Tuba' Ada di Lecce Italia, Peta Digital Perjalanannya Dilihat Lebih dari 7 Juta Kali
04 September 2022, 12:00
| BERITA
Tukik Penyu Berkepala Dua Ditemukan di Carolina Selatan, Disebut Mutasi Genetik
21 Agustus 2021, 19:58
| BERITA
Cegah Overload Kendaraan, Jalur Puncak Ditutup Malam Tahun Baru
29 Desember 2019, 17:14
© 2026 VOI - Waktunya Merevolusi Pemberitaan
Tentang Kami | Tim Redaksi | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Kebijakan Privasi | Kode Etik Jurnalistik | Sitemap




