Perajin Suku Cadang Kapal di Tegal Hadapi Lesunya Permintaan, Harap Dukungan Pemerintah
Sumber Foto: Liputan6.com
Sentra Liputan

Perajin Suku Cadang Kapal di Tegal Hadapi Lesunya Permintaan, Harap Dukungan Pemerintah

Tegal, Jawa Tengah, tidak hanya dikenal lewat warung tegal. Daerah ini juga menjadi salah satu sentra pembuatan suku cadang dan perlengkapan kapal. Salah satu usaha pembuatan perlengkapan kapal laut terdapat di Desa Kebasen, Tegal.

Imron Rosadi, perajin perlengkapan kapal, telah menekuni usaha tersebut selama 15 tahun. Ia memproduksi beragam kebutuhan kapal, mulai dari pintu kabin, jendela, kemudi, lampu kapal, hingga baut kupu-kupu yang dibuat dari coran besi.

Meski dikerjakan dalam skala industri kecil rumahan, Imron menyebut kualitas produknya tidak kalah dengan produksi pabrikan berskala besar. Hasil produksinya pun telah dipasarkan ke sejumlah daerah di Indonesia.

Pemasaran Masih Dalam Negeri

Menurut Imron, pemasaran produk saat ini masih berfokus di pasar domestik. “Untuk pemasaran kita masih di Indonesia. Dari Jakarta, Surabaya, Semarang, Balikpapan, Samarinda,” ujarnya.

Permintaan Menurun

Namun, usaha tersebut kini menghadapi kesulitan akibat lesunya permintaan dari para pembuat kapal. “Industri kapal agak sedikit lesu. Di Samarinda dan Balikpapan orang yang buat kapal itu berkurang,” kata Imron.

Harapan Perajin

Para perajin komponen kapal berharap adanya dukungan pemerintah, terutama dalam membantu pemasaran hasil produksi serta peningkatan kualitas produk agar dapat menembus pasar luar negeri.

Dalam satu bulan, satu usaha pembuatan komponen kapal disebut dapat memproduksi sekitar 30 hingga 50 unit pintu kapal serta 100 hingga 150 unit jendela kapal.