Perjuangan Mewujudkan Global Hub Kayangan di Lombok Utara
Jakarta, KabarSumbawa.com – Pembangunan Global Hub Kayangan di Lombok Utara terus menjadi fokus pembicaraan di kalangan pejabat dan masyarakat. Setelah ditetapkan sebagai kawasan andalan nasional, harapan untuk menjadikan pelabuhan internasional ini sebagai pelabuhan terbaik di Indonesia semakin menguat. Terdapat keyakinan bahwa Global Hub Kayangan dapat bersaing dengan pelabuhan-pelabuhan besar seperti Selat Malaka dan Singapura.
Anggota Komisi VII DPR RI dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB), Kurtubi, menyatakan dukungannya yang penuh terhadap proyek ini. Dalam sebuah pesan singkat, ia menegaskan pentingnya perjuangan bersama untuk mewujudkan Global Hub Kayangan.
"Global Hub harus terus kita perjuangkan bersama-sama. Sebagai wakil rakyat NTB, saya akan memastikan bahwa proyek ini terintegrasi dengan kilang minyak," ujarnya.
Kurtubi, yang merupakan legislator dari Fraksi NasDem, menambahkan bahwa keberadaan Global Hub Kayangan yang terintegrasi dengan kilang bahan bakar minyak (BBM) sangat penting untuk efisiensi perdagangan internasional dan distribusi BBM ke kawasan Indonesia Timur. Hal ini juga dinilai mendukung kepentingan pertahanan energi nasional.
Menurutnya, dengan adanya Global Hub Kayangan, biaya angkut barang dari Eropa, Afrika, dan Australia menuju Jepang, Korea, Taiwan, dan China dapat ditekan. Hal ini dimungkinkan karena kapal-kapal niaga besar dapat beroperasi melalui Selat Lombok, yang menawarkan pelabuhan singgah yang aman untuk mengisi BBM dan memasok bahan baku bagi industri di Kota Baru Kayangan.
Namun, Kurtubi juga mengingatkan bahwa investasi untuk Global Hub Kayangan tidak hanya terbatas pada pembangunan pelabuhan. Diperlukan juga pasokan listrik yang besar, mencapai 500 MW, untuk mendukung operasional pelabuhan, kilang BBM, dan pembangunan kota baru yang modern.
Ia mengungkapkan bahwa jika digabungkan dengan kebutuhan listrik untuk pembangunan Smelter di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan sektor industri hilir lainnya seperti pabrik kabel listrik, pabrik semen, pupuk, dan petrokimia, total kebutuhan listrik bisa mencapai sekitar 1.000 MW.
Oleh karena itu, selain investasi fisik, persiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang kemaritiman juga sangat diperlukan. Kurtubi menegaskan bahwa ia telah meminta Menteri Riset dan Teknologi untuk segera memberikan izin pendirian Akademi Maritim Lombok di Tanjung Luar.
"Dalam rapat komisi, saya telah menyerahkan Surat Permohonan Izin Operasi Akademi Maritim Lombok kepada Menteri Riset Dikti," pungkasnya.




