Persiapan Pelaksanaan TKA SD-SMP Dapat Dukungan Penuh dari Semua Pihak
A+ A-
RM.id Rakyat Merdeka - Dukungan terhadap pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026 terus mengalir dari pemerintah daerah, akademisi, komunitas pendidikan, hingga orang tua murid.
Sejumlah pemerintah daerah pun terus berbenah untuk menyongsong pelaksanaan TKA sebagai instrumen pemetaan mutu pendidikan nasional.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, menyatakan pihaknya terus mematangkan persiapan pelaksanaan TKA untuk jenjang SD dan SMP.
Sosialisasi TKA dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah diterima dan langsung ditindaklanjuti di tingkat provinsi melalui berbagai langkah strategis.
“Kami membentuk kepanitiaan tingkat provinsi, kemudian menyampaikan kepada Dinas Pendidikan kabupaten/kota untuk membentuk kepanitiaan TKA di tingkat daerah masing-masing,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Koordinasi awal pelaksanaan telah dimulai sejak akhir November 2025, setelah pelaksanaan TKA jenjang SMA/SMK sederajat.
Informasi teknis juga disampaikan secara bertahap kepada kabupaten/kota, termasuk melalui forum komunikasi daring. Dinas Pendidikan Jawa Tengah menyusun soal TKA untuk kelas VI SD dan kelas IX SMP tahun 2025.
Pada 4 Februari 2026, koordinasi Tim Swakelola TKA kabupaten/kota dilakukan secara daring, disusul koordinasi pendataan pelaksana dan peserta TKA serta teknis pelaksanaan pada 18 Februari 2026.
Baca juga : Jelang Ramadan, Pengungsi Tapteng Sambut Masjid Bantuan BAZNAS
Dari sisi sumber daya manusia, tim teknis provinsi telah mengikuti rapat koordinasi dan pelatihan dari pemerintah pusat terkait teknis pendataan dan pelaksanaan. Tim yang telah dilatih akan melakukan diseminasi kepada tim teknis kabupaten/kota secara daring.
“Semoga TKA SD dan SMP ini berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku. Kami berharap hasil TKA dapat menjadi dasar awal perbaikan proses belajar mengajar,” harap Sadimin.
Untuk mengantisipasi hambatan, Dinas Pendidikan Jawa Tengah juga melakukan inventarisasi kesiapan sarana dan prasarana, termasuk komputer, jaringan listrik, dan internet.
Pemantauan dilakukan secara menyeluruh mulai dari tahap pendataan, simulasi, gladi bersih, pelaksanaan utama dan susulan, hingga pengumuman hasil.
Verifikasi faktual kondisi sarana prasarana di setiap satuan pendidikan juga dilakukan guna memastikan kesiapan teknis dan SDM.
Dukungan TKA juga datang dari kalangan akademisi. Pengamat pendidikan Satria Dharma menilai TKA perlu dipahami sebagai instrumen pemetaan mutu pendidikan, bukan ujian penentu kelulusan seperti Ujian Nasional.
"Secara teknis dan akademis, TKA 2026 dirancang untuk membebaskan siswa dari beban kelulusan. Namun, tantangan implementasinya terletak pada aspek sosiologis karena mentalitas Ujian Nasional telah mendarah daging selama puluhan tahun di masyarakat Indonesia,” katanya.
Menurut Satria, TKA dirancang untuk memperoleh data capaian akademik yang terstandar, objektif, dan berkualitas secara nasional.
Baca juga : Menkomdigi: PP TUNAS Perkuat Peran Orang Tua Lindungi Anak dari Penipuan Digital
Tes ini mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, termasuk literasi, numerasi, dan pemecahan masalah, serta menyediakan standar penilaian yang sama di seluruh Indonesia untuk mengatasi perbedaan standar nilai antar sekolah.
Hasil TKA juga dapat menjadi bahan pertimbangan seleksi ke jenjang pendidikan berikutnya sekaligus dasar pemetaan mutu pendidikan nasional.
Namun, ia menekankan perlunya sosialisasi masif agar publik memahami bahwa TKA tidak mempengaruhi kelulusan, melainkan menjadi alat diagnosis untuk memperbaiki pembelajaran.
"Hasil TKA harus dimanfaatkan sebagai assessment for learning, yaitu dasar untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar,” tegasnya.
Satria juga mengingatkan pentingnya menjaga agar TKA tidak berubah menjadi high stakes test yang mendorong siswa dan guru hanya berorientasi pada nilai.
Hal senada disampaikan komunitas pendidikan Sidina Community. Koordinator Nasional Sidina Community, Leny Vinisah, menilai TKA merupakan tantangan sekaligus upaya memahami kemampuan anak secara lebih terukur.
Menurutnya, antusiasme orang tua cukup tinggi, terutama bagi siswa kelas VI dan IX. Para orang tua aktif berkomunikasi dengan guru serta mendorong sekolah mengadakan sosialisasi terkait TKA.
Leny berharap hasil TKA digunakan untuk melihat kemampuan anak secara komprehensif, bukan membandingkan antar siswa secara nasional.
Baca juga : Di Balik Layanan PNM, Ada Kisah Insan yang Tumbuh Bersama Nasabah
Ia juga berharap TKA menjadi alat pemetaan belajar yang adil dan humanis tanpa menambah tekanan bagi siswa dan orang tua.
“Pendampingan guru dan komunikasi yang baik dengan orang tua sangat penting agar TKA mendorong budaya belajar yang sehat dan pengembangan potensi anak, bukan sekadar berorientasi pada angka,” jelasnya.
Sebagai informasi, pendaftaran TKA jenjang SD dan SMP yang dibuka sejak 19 Januari hingga 13 Februari 2026 mencatat capaian sangat tinggi.
Untuk jenjang SD/MI sederajat, tercatat 4.424.658 peserta atau 99,19 persen telah mendaftar. Sementara jenjang SMP/MTs sederajat mencapai 4.293.547 peserta atau 98,17 persen.
Secara keseluruhan, total pendaftar TKA SD dan SMP mencapai 8.718.205 peserta atau sekitar 98,69 persen dari target yang ditetapkan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Kemendikdasmen
Tes Kemampuan Akademik
TKA SD-SMP
Dukungan TKA
Berita Lainnya
Datangkan Pelatih Asing, Petrokimia Gresik Luncurkan GPPI Sambut Proliga 2026
Zona Sport
Harga Pangan Turun, Pedagang Pasar Atas Cimahi Harap Stabilitas Berkelanjutan
Ekonomi Bisnis
Angka Anak Putus Sekolah Tinggi, DPR Ingatkan Orang Tua Peduli Pendidikan
Parlemen
Menkomdigi Siap Terapkan PP Tunas Tahun Depan
Government Action
Dukung Pemerintah, Grab Siap Jalankan Aturan Resmi Transportasi Online
Ekonomi Bisnis
SoKlin Dukungan Penuh Tim Indonesia yang berlaga di SEA Games Thailand 2025
Etalase Bisnis




