Pertamina Jaga Pasokan Energi Nasional Melalui Digital Hub
Sentra Media - PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan energi nasional, khususnya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026, dengan langkah penguatan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) melalui Pertamina Digital Hub.
Awal Kejadian
Monitoring pasokan dilakukan secara ketat menggunakan Pertamina Digital Hub, sistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk pengawasan dan pengendalian pasokan energi. Sistem ini dirancang untuk menjaga level cadangan energi agar selalu tersedia.
Perkembangan
Menurut Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, teknologi tinggi yang diterapkan memungkinkan pengawasan pengelolaan energi secara real time. Pertamina Digital Hub terhubung dengan seluruh bisnis Pertamina, sehingga semua aktivitas dan proses bisnis dapat dipantau secara jelas. Sistem ini memungkinkan pemetaan kondisi pasokan dan cadangan energi di setiap rantai pasok, mulai dari hulu, pengolahan, pengapalan, hingga distribusi ke SPBU.
Pada sektor hilir, Pertamina dapat memonitor pergerakan kapal yang membawa produk atau minyak mentah serta proyeksi ketibaan pengadaan produk tersebut. Operasional kilang dalam negeri terus dioptimalkan untuk mendukung ketahanan energi nasional. Selain itu, teknologi ini memudahkan pemantauan ketersediaan produk di outlet penjualan, termasuk di SPBU.
Kondisi Terakhir
Baron menekankan bahwa transformasi digital merupakan kunci dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Pertamina telah mengamankan cadangan energi nasional di atas level minimum yang ditetapkan pemerintah, berkisar 21-23 hari, dengan beberapa produk tertentu mencapai cadangan hingga 35 hari. Upaya ini merupakan langkah mitigasi risiko dan komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional.




