Pertumbuhan Dana Korporasi di Perbankan Terkendala Ekspansi
Sumber Foto: kontan.co.id
Ekonomi

Pertumbuhan Dana Korporasi di Perbankan Terkendala Ekspansi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penumpukan dana korporasi masih terjadi di perbankan. Ini tercermin dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) dari golongan nasabah korporasi yang tumbuh lebih cepat dibandingkan simpanan perorangan.

Jika dilihat dari data uang beredar Bank Indonesia (BI), DPK yang berasal dari korporasi tumbuh sebesar 18,2% secara tahunan (year on year /YoY) per Januari 2026. Sementara DPK yang berasal dari segmen perorangan hanya tumbuh mini, yakni sebesar 3,3%.

Jika dilihat lebih rinci, pertumbuhan paling kencang berasal dari simpanan tabungan dan giro korporasi. Masing-masing pertumbuhannya sebesar 26,8% dan 21,9%. Pertumbuhannya lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang masing-masing sebesar 24,7% dan 21,5%.

Senior Vice President LPPI Trioksa Siahaan menilai, peningkatan simpanan korporasi terjadi karena korporasi sedang menahan ekspansi, hal ini melihat perkembangan ekonomi saat ini terutama dari sisi daya beli.

"Tren tahun ini masih sangat bergantung pada stabilitas ekonomi dan perbaikan daya beli, bila membaik, permintaan produk bertambah maka ekspansi akan kembali dilakukan," ujar Trioksa kepada kontan.co.id, Rabu (25/2/2026).

Trioksa menyarankan agar bank dapat menjaga efisiensi dan mendorong peningkatan dana murah sehingga bunga kredit bisa ditekan.

Head of Deposit Product Management PT Bank Mandiri Tbk, Mega Ekaputri Pujianto, mengatakan perkembangan DPK korporasi di Bank Mandiri tumbuh di atas rata-rata industri.

“Hingga periode terakhir, DPK korporasi tercatat tumbuh di atas 38% secara tahunan (YoY), dengan nominal mencapai kisaran di atas Rp 1 triliun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan dana giro dari nasabah korporasi besar serta penempatan dana institusi, terutama dari sektor energi, infrastruktur, dan BUMN.

Secara komposisi, DPK korporasi berkontribusi lebih dari 65% terhadap total DPK perseroan. Struktur pendanaan ini dinilai solid karena didominasi dana murah atau current account saving account (CASA), sehingga mendukung efisiensi biaya dana (cost of fund).

Mega menambahkan, likuiditas korporasi secara umum masih kuat sehingga tren penghimpunan dana diperkirakan tetap terjaga sepanjang tahun ini. Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan yang berkualitas dengan tetap menjaga keseimbangan likuiditas dan profitabilitas.

Dalam menggenjot DPK, strategi yang ditempuh antara lain memperkuat relationship management dengan nasabah utama, mengoptimalkan ekosistem wholesale melalui layanan cash management dan supply chain financing, serta mendorong peningkatan dana berbasis transaksi (transactional banking).

"Digitalisasi layanan wholesale dan penawaran solusi treasury kompetitif juga menjadi fokus untuk meningkatkan akuisisi dan retensi dana korporasi," kata Mega.

Sementara itu, Direktur OK Bank Indonesia, Efdinal Alamsyah, menyebut DPK korporasi di banknya pada Februari 2026 naik sekitar 8% dibandingkan posisi akhir 2025.

“Komposisinya terhadap total DPK sekitar 61%. Untuk tahun ini target pertumbuhan DPK secara umum kurang lebih 8%,” kata Efdinal.

pricing yang kompetitif, penguatan relationship management, pengembangan layanan, serta bundling dengan produk-produk DPK.