Peserta Festival Fotografi Celebes Dorong Pelaksanaan di Berbagai Hub Kepulauan
Makassar (ANTARA) - Sejumlah peserta Festival Fotografi Celebes (FFC) 2025 mengungkapkan harapan agar kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan di wilayah Sulawesi, tetapi juga diperluas ke berbagai hub kepulauan di Indonesia, termasuk Kalimantan, Sumatera, Maluku, dan daerah lainnya.
FFC 2025 diselenggarakan di Toraja Utara dari tanggal 13 hingga 17 Desember 2025, sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-88 LKBN ANTARA. Selain itu, pameran foto juga akan berlangsung mulai 13 hingga 23 Desember 2025 di Alun-alun Rantepao, Toraja Utara.
Peserta FFC asal Jakarta, Yuri Revalino, menyatakan, "Kami berharap acara ini dapat dilakukan di berbagai hub, karena kantor berita ANTARA hadir di setiap provinsi. Jadi, Sumatera, Jawa, Borneo, dan daerah lainnya bisa menyelenggarakan acara sendiri."
Yuri menekankan pentingnya kegiatan seperti FFC dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat, terutama bagi pengunjung pameran fotografi dan peserta, untuk lebih memahami budaya lokal serta aspek-aspek lain dari daerah tersebut. Ia mencatat, "Generasi milenial banyak yang tidak tahu tentang budaya."
Partisipasi dalam FFC, menurut Yuri, memberikan banyak manfaat bagi para penggiat fotografi. Kerjasama antara penyelenggara dan pemerintah daerah mempermudah fotografer untuk menjangkau berbagai area wisata kaya budaya dengan akses yang lebih mudah. "Kami dibawa untuk mengenali budaya lebih dalam, dan ini perlu dieksplorasi lebih lanjut oleh fotografer," tambahnya.
Selain mengeksplorasi budaya Toraja Utara, FFC juga menyediakan ruang edukasi untuk meningkatkan keterampilan dalam fotografi. Hasil karya para fotografer diharapkan dapat menjadi media edukasi bagi generasi mendatang melalui berbagai frame yang menceritakan adat dan tradisi yang terus dilestarikan, khususnya di masyarakat suku Toraja.
Beberapa kegiatan dalam FFC 2025 mencakup diskusi fotografi, workshop, dan kunjungan ke destinasi wisata budaya di Toraja Utara, seperti pembuatan kain tenun khas Toraja di Tenun to Barana, kunjungan ke Kete Kesu, serta menghadiri pesta adat Rambu Solo.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Lim Winasdi, peserta FFC berusia 51 tahun asal Kota Semarang. Lim mengapresiasi pelaksanaan FFC 2025 dan berharap kegiatan ini dapat dikembangkan ke lokasi-lokasi lain dan terus berlanjut. "Saya mendapatkan banyak wawasan dan pengetahuan baru tentang budaya Toraja dan Sulawesi secara umum. Budaya daerah ini sangat kaya, dari utara, tenggara, tengah, selatan, hingga barat," ujarnya.




