PPN RU Balikpapan dan UNS Luncurkan Sekolah Energi Berdikari untuk Siswa
Sumber Foto: Gerbang Kaltim
Teknologi

PPN RU Balikpapan dan UNS Luncurkan Sekolah Energi Berdikari untuk Siswa

Sentra Media - Balikpapan, Gerbangkaltim.com — PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balikpapan menggandeng Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengembangkan inovasi lingkungan berbasis sains di kalangan siswa melalui Program Sekolah Energi Berdikari (SEB).

Program yang berlangsung sejak Desember 2025 hingga Februari 2026 ini dilaksanakan di SMP Katolik Yos Soedarso Balikpapan.

Kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas guru dan siswa melalui pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dengan pendekatan Claim, Evidence, Reasoning (CER).

Selama program berjalan, siswa mengikuti pretest minat STEM, pengenalan konsep STEM-CER, serta dibagi ke dalam 10 kelompok proyek inovasi bertema energi dan lingkungan. Para guru juga mendapatkan pelatihan perangkat pembelajaran STEM-CER guna mendukung implementasi berkelanjutan di sekolah.

Berbagai inovasi dikembangkan siswa berdasarkan persoalan nyata di lingkungan sekolah, seperti tempat sampah otomatis, filter air keruh, filter busa air, kincir angin, kincir air, eco-enzyme, kompos, automatic feeder, hingga rak sepatu pintar.

Seluruh proses dilakukan dengan pendampingan guru dan tim pendamping yang telah dilatih oleh UNS.

Memasuki tahap penguatan pada Februari 2026, dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan proyek siswa.

Pemanfaatan fasilitas STEM Lab difokuskan untuk perancangan dan pengujian prototipe, disertai pelatihan lanjutan bagi guru guna memastikan keberlanjutan program.

Puncak kegiatan digelar pada 18 Februari 2026 melalui Expo Proyek STEM dan talkshow bertajuk “Green Job” yang menghadirkan narasumber dari Pertamina. Kegiatan tersebut dihadiri siswa, guru, orang tua, serta komite sekolah.

Sepuluh proyek siswa dipresentasikan dan dinilai oleh tim juri dari UNS, Pertamina, dan pihak sekolah. Beberapa karya dinilai memiliki potensi pengembangan lebih lanjut, di antaranya filter air keruh dan automatic feeder.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan berkelanjutan sekaligus membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini.

“Melalui pendekatan STEM dan inovasi teknologi sederhana, siswa didorong menjadi generasi yang kreatif, peduli lingkungan, serta siap menghadapi tantangan masa depan energi berkelanjutan,” ujar Dodi.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi strategi penting untuk memastikan kualitas pendampingan dan keberlanjutan program di sekolah.

Sementara itu, dosen S1 Pendidikan IPA FKIP UNS, Febriani Sarwendah Asri Nugraheni, menjelaskan pendekatan STEM-CER dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori sains, tetapi mampu menerapkannya dalam menyelesaikan persoalan nyata.

“Melalui proses merancang, menguji, dan memperbaiki produk, siswa belajar berpikir kritis, kolaboratif, dan inovatif. Pengalaman belajar kontekstual seperti ini penting untuk menumbuhkan literasi sains sekaligus kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” katanya.

Program Sekolah Energi Berdikari sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Pendidikan Berkualitas (SDG 4), Energi Bersih dan Terjangkau (SDG 7), Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab (SDG 12), serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17).

Melalui kolaborasi ini, PPN RU Balikpapan dan UNS berharap model pembelajaran inovatif berbasis lingkungan tersebut dapat direplikasi di sekolah lain di Balikpapan maupun wilayah operasional Pertamina lainnya.