Primacom Dukung Digitalisasi Pendidikan Melalui Kerja Sama Infrastruktur
Sumber Foto: Kompasiana.com
Nasional

Primacom Dukung Digitalisasi Pendidikan Melalui Kerja Sama Infrastruktur

Sentra Media - KOMPASIANA.com - Pengembangan digitalisasi pendidikan nasional, saat ini menjadi fokus kerja yang diimplementasikan secara masif oleh tim kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Di bawah komando Abdul Mu'ti, negara hadir mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua melalui pemerataan infrastruktur fisik sekolah, serta pemerataan kapasitas digital satuan pendidikan di penjuru nusantara.

Salah satu wujud nyata dari penguatan digitalisasi pendidikan tersebut ialah dengan pelaksanaan program pengadaan 288 ribu papan interaktif digital yang telah disebarkan ke sekolah-sekolah di seluruh pelosok negeri. Tentu angka tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan dunia pendidikan nasional.

Program penguatan digitalisasi pendidikan tersebut, dilaksanakan oleh Kementerian terkait dengan mengacu pada Inpres no. 7 Tahun 2025 yang menekan pada pilar utama untuk melakukan percepatan pembangunan dan revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan, serta digitalisasi pembelajaran.

Sebagai komitmen dalam mewujudkan penguatan digitalisasi pendidikan, Abdul Mu'ti bersama tim Kementeriannya telah menautkan visi besar tersebut dalam nilai empat pusat catur pendidikan. Yaitu; Keluarga, Sekolah, Masyarakat dan Media. Hal ini akan semakin menguatkan seluruh program kerja kementerian dalam visi utama untuk penguatan digitalisasi pendidikan.

Dibalik seluruh kerja yang telah dilakukan oleh Abdul Mu'ti beserta tim Kementerian, kini muncul sebuah pertanyaan. "Apakah saat ini infrastruktur telekomunikasi digital di Indonesia, sudah mumpuni untuk mendukung program digitalisasi pendidikan tersebut?"

Munculnya pertanyaan tersebut didasari pada kenyataan bahwa kompleksnya kondisi wilayah Indonesia, membuat banyak sekolah masih belum terjamah oleh koneksi digital. Sebagai contoh misalnya di wilayah Timur Indonesia, seperti; papua, maluku, sulawesi, serta wilayah Barat Indonesia, seperti; aceh dan sekitarnya pun tidak sedikit yang masih gagap dari infrastruktur digital.

Permasalahan itu, tentunya harus menjadi perhatian bagi Abdul Mu'ti beserta tim Kementeriannya. Karena apabila infrastruktur telekomunikasi dan digital di seluruh wilayah Indonesia, maka bisa jadi program digitalisasi pendidikan ini tidak akan terealisasi dengan baik sesuai harapan.

Lantas, bagaimana solusinya? Menurut penulis, salah satu langkah strategis dalam menyelesaikan masalah pemerataan infrastruktur telekomunikasi dan digital pada setiap satuan Pendidikan di seluruh penjuru negeri adalah melakukan kerja sama dengan pihak swasta. Salah satunya ialah Primacom. Melalui pengalaman yang cukup mumpuni, rasanya primacom bisa menjadi bagian dari pengembangan digitalisasi pendidikan nasional.

Primacom yang sejak tahun 1991 begerak di bidang penyedia layanan komunikasi, akan mampu mendorong percepatan proses pembangunan infrastruktur digitalisasi pendidikan.

Dikutip dari situs resmi www.primacom.com, fokus layanan yang dikembangkan oleh primacom di antaranya ialah; Konektivitas satelit dan internet, serta layanan terestrial. Kedua layanan tersebut sangat sesuai dengan pengembangan digitalisasi pendidikan.