Produksi Beras di Maluku Tengah Alami Peningkatan Signifikan
Produksi Beras Meningkat Drastis
MALTENG, LIPUTAN.CO.ID - Luas lahan yang digunakan untuk penanaman padi di Maluku Tengah pada tahun ini mencapai 5.000 hektar, dengan produksi beras yang diperkirakan mendekati 30 ribu ton. Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana luas tanam hanya berkisar antara 3.000 hingga 4.000 hektar dalam dua musim tanam.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh pemerintah Kabupaten Maluku Tengah saat menggelar panen raya padi di lahan seluas 675 hektar di Negeri Administratif Waimussi dan Waiassi, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, pada hari Senin, 4 Agustus 2025. Acara panen raya ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Pangdam XV Pattimura, Mayjen TNI AD Putranto Gatot Sri Handoyo, Anggota DPR RI Widya Pratiwi, Ketua DPRD Maluku Tengah, dan Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath.
Pernyataan Bupati Maluku Tengah
Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menyampaikan bahwa peningkatan produksi beras tahun ini sangat menggembirakan. Ia menjelaskan bahwa hasil panen saat ini mencapai antara 4 hingga 5 ton gabah kering giling per hektar. Menurut Bupati Zulkarnain, produksi dari satu musim tanam saja dapat mencapai 23 ribu ton gabah kering giling.
“Untuk satu musim tanam, yang berlangsung dari Maret hingga Juli 2025, kami dapat menghasilkan 23.557,5 ton gabah kering giling. Jika kita kalikan dengan dua musim tanam, total produksi akan mencapai 47.115 ton gabah kering giling, yang setara dengan sekitar 29.682,45 ton beras,” jelasnya.
Potensi Kecamatan Seram Utara Timur Kobi
Kecamatan Seram Utara Timur Kobi dikenal sebagai daerah sentra produksi padi di Maluku Tengah, dengan total luas areal mencapai 4.245 hektar. Daerah ini memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Maluku Tengah.
Harapan Wakil Gubernur
Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, mengapresiasi hasil produksi padi di daerah tersebut. Ia berharap panen raya ini dapat memotivasi para petani dan pemerintah daerah untuk lebih meningkatkan produksi beras demi memenuhi kebutuhan masyarakat Maluku. “Saat ini, kebutuhan beras di Maluku masih disuplai dari luar. Kami berharap kegiatan ini dapat memicu semangat para petani serta pemerintah daerah untuk secara bertahap meningkatkan produksi beras,” ujarnya.




