Program Desa Migran EMAS Perkuat Perlindungan Pekerja Migran di Donggala
Internasional

Program Desa Migran EMAS Perkuat Perlindungan Pekerja Migran di Donggala

Sentra Media - PALU, LINGKAR TV – Pemerintah melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI/BP2MI) resmi mengandalkan Program Desa Migran EMAS (Edukatif, Maju, Aman, Sejahtera), sebagai strategi utama untuk memperkuat pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) berbasis komunitas.

Program Desa Migran EMAS dipilih guna memastikan bahwa setiap warga desa mendapatkan jaminan keamanan dan literasi yang cukup sebelum memutuskan mengadu nasib ke luar negeri.

Upaya serius ini dikukuhkan dalam kegiatan Lokakarya Multi-Stakeholder Forum Kabupaten Donggala Tahun 2026, Selasa (14/4).

Forum ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara KP2MI, GIZ, dan Lakpesdam PBNU untuk menciptakan ekosistem migrasi yang sehat di tingkat akar rumput.

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan Direktur Eksekutif Lakpesdam PBNU Asrul Raman, Ketua DPRD Kabupaten Donggala Mohamad Yasin, SE., MM., serta Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI Dr. Muh. Fachri, M.Si..

Desa Sebagai Titik Awal Pelindungan Migrasi

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pemberdayaan, M. Fachri menegaskan bahwa negara tidak boleh membiarkan warganya berangkat dalam ketidaktahuan.

“Desa adalah titik awal. Ketika desa kuat, maka kita tidak hanya melindungi pekerja migran, tetapi juga menjaga masa depan keluarganya,” ungkapnya.

Beliau menambahkan bahwa penguatan di tingkat desa menjadi krusial karena di sanalah keputusan untuk bermigrasi pertama kali terbentuk. Jika desa memiliki sistem informasi yang kuat, risiko eksploitasi dapat ditekan secara signifikan.

Keunggulan Program Desa Migran EMAS bagi Masyarakat

Melalui Program Desa Migran EMAS, masyarakat desa diberikan akses terhadap informasi migrasi aman, layanan konsultasi, pendampingan hukum, serta penguatan ekonomi keluarga.

Bagi keluarga PMI, kehadiran program ini memberikan kepastian dan rasa aman. Mereka tidak lagi menghadapi proses migrasi sendirian, tetapi didampingi oleh negara dan komunitas.

Forum tersebut juga mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil, untuk bersama-sama mencari solusi atas berbagai tantangan pelindungan PMI di tingkat lokal.

Komitmen Pemerintah: Manusia di Atas Regulasi

Pemerintah menegaskan bahwa pelindungan PMI bukan hanya soal regulasi, tetapi soal keberpihakan pada manusia. Melalui sinergi lintas sektor ini, diharapkan tidak ada lagi celah bagi oknum yang memanfaatkan ketidaktahuan warga.

KP2MI/BP2MI pun mengajak seluruh masyarakat untuk lebih waspada terhadap praktik penempatan ilegal dan memastikan setiap proses migrasi dilakukan secara prosedural.

“Jangan berangkat dalam ketidaktahuan. Negara hadir untuk melindungi,” tutup Fachri. (Red – Lingkart.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari lingkartv.com

Desa Migran EMAS Donggala KP2MI Lakpesdam PBNU Migrasi Aman Moh Fachri Pekerja Migran Indonesia PMI

Bagikan

Facebook X Pinterest

You can share this post!