Sentra Media - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali membuka peluang investasi untuk proyek kereta gantung Rinjani dan Global Hub Lombok Utara yang sempat terhenti. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi investor dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan ekosistem dan kepastian regulasi.
Proyek kereta gantung Rinjani dan Global Hub Lombok Utara mengalami penghentian yang disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kompleksitas perizinan lingkungan dan dampak gempa bumi yang melanda Lombok pada tahun 2018. Selain itu, proyek Global Hub juga terhambat oleh persoalan tumpang tindih zonasi lahan, di mana sebagian wilayah yang direncanakan termasuk dalam kawasan konservasi.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi NTB, H. Irnadi Kusuma, menyatakan bahwa pemerintah daerah tetap menyambut baik keinginan investor untuk melanjutkan proyek. Ia menekankan bahwa kajian menyeluruh mengenai dampak lingkungan sangat penting, dan proses perizinan tidak hanya melibatkan tingkat provinsi, tetapi juga kementerian terkait. Irnadi juga menjelaskan bahwa kereta gantung Rinjani memiliki nilai strategis dalam pengawasan kawasan hutan serta potensi untuk mendukung pariwisata.
Pemerintah daerah tengah berkomunikasi dengan pemerintah pusat mengenai perubahan status kawasan terkait proyek Global Hub, yang membutuhkan proses dan biaya besar. Irnadi menekankan bahwa keseimbangan ekosistem tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap investasi yang akan diterima.