Relokasi Pedagang Pasar Barito ke Sentra Fauna Lenteng Agung: Pembangunan Belum Dimulai
Sumber Foto: Liputan6.com
Sentra Liputan

Relokasi Pedagang Pasar Barito ke Sentra Fauna Lenteng Agung: Pembangunan Belum Dimulai

Pedagang Pasar Barito yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, direncanakan akan segera direlokasi ke Sentra Fauna dan Pusat Kuliner yang terletak di Lenteng Agung. Relokasi ini dilakukan seiring dengan rencana pengembangan kawasan pasar menjadi Taman Bendera Pusaka.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan berkomitmen untuk mempercepat pembangunan fisik Sentra Fauna dan Pusat Kuliner, yang diperkirakan akan selesai dalam waktu tiga bulan ke depan. Para pedagang akan dipindahkan ke lokasi sementara di area yang disebut Loksem, yang terdiri dari beberapa blok dengan kode JS, yakni JS 25, JS 26, JS 30, dan JS 96.

Menurut Murthado, salah satu pejabat terkait, Sentra Fauna dan Pusat Kuliner akan dibangun di atas lahan milik Pemprov DKI Jakarta seluas sekitar 7.000 meter persegi. Desain kawasan ini dibagi menjadi beberapa zona, termasuk area masuk dan parkir, area untuk UMKM kuliner, area untuk pedagang hewan peliharaan, serta fasilitas pendukung seperti bangunan kantor dan tempat ibadah.

“Lokasinya strategis dan ramai, karena berseberangan dengan Stasiun Kereta Lenteng Agung. Kami berharap pembangunan dapat diselesaikan lebih cepat,” ungkap Murthado.

Namun, pantauan di lokasi menunjukkan bahwa belum ada aktivitas pembangunan yang dilakukan. Area yang direncanakan sebagai Sentra Fauna masih tampak kosong dan hanya terdapat plang informasi mengenai rencana pembangunan kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Jagakarsa. Di dalam lahan tersebut, terdapat juga lapangan olahraga voli yang direncanakan akan diubah menjadi pasar burung untuk relokasi dari Pasar Barito.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah, Elisabeth Ratu Rante Allo, menjelaskan bahwa Sentra Fauna dan Pusat Kuliner akan menjadi pusat perdagangan hewan peliharaan dengan konsep pasar modern yang higienis dan ramah lingkungan. Selain itu, lokasi ini diharapkan dapat berfungsi sebagai wahana edukasi dan konservasi, serta menjadi destinasi wisata edukatif yang menyenangkan bagi keluarga dan pencinta satwa.