Revitalisasi Blok M Hub: Peluang untuk UMKM dan Pariwisata Jakarta
Jakarta - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Dwi Rio Sambodo, menyatakan dukungannya terhadap rencana revitalisasi Blok M Hub menjadi kawasan yang beroperasi 24 jam. Namun, ia menekankan perlunya evaluasi komprehensif untuk memastikan dampak sosial, lingkungan, dan tata ruang yang dihasilkan dari kebijakan tersebut.
Rio mengungkapkan bahwa dengan beroperasinya Blok M Hub selama 24 jam, diharapkan dapat memberikan dorongan bagi perekonomian dan pariwisata di Jakarta. Ia juga menyarankan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggandeng pengusaha lokal dalam pelaksanaannya agar manfaatnya lebih merata bagi masyarakat.
“Kawasan 24 jam berpotensi mendongkrak ekonomi kreatif, UMKM, dan pariwisata Jakarta, terutama bagi generasi muda. Namun, harus ada sinergi dengan pelaku usaha lokal agar manfaatnya dirasakan merata, bukan hanya untuk korporasi besar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rio menekankan bahwa revitalisasi Blok M Hub harus dilengkapi dengan infrastruktur pendukung yang memadai, seperti integrasi transportasi umum dengan MRT dan LRT, penerangan yang cukup, serta pengawasan ketat untuk mencegah vandalisme dan kriminalitas.
“Pemprov DKI harus melibatkan masyarakat sekitar dalam perencanaan, termasuk menampung aspirasi terkait kekhawatiran seperti kebisingan, sampah, atau perubahan karakter kawasan. Tanpa dukungan warga, proyek ini berisiko menimbulkan konflik,” tambahnya.
Rio juga menegaskan pentingnya memastikan bahwa konsep '24 jam' tidak hanya menjadi jargon, melainkan diterapkan secara berkelanjutan dengan fokus pada desain ramah lingkungan, pengelolaan limbah, dan diversifikasi aktivitas agar kawasan tidak sepi pada jam-jam tertentu.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga menyatakan harapannya agar Blok M Hub dapat menjadi kawasan yang hidup 24 jam. Dalam acara pencanangan perayaan Hari Ulang Tahun ke-498 Kota Jakarta, Pramono mengungkapkan bahwa Taman Literasi di Blok M Hub akan dibuka selama 24 jam untuk masyarakat.
“Kami betul-betul ingin membuat Blok M Hub ini menjadi hidup 24 jam. Maka kenapa kemudian Taman Literasi ini termasuk yang dibuka 24 jam,” papar Pramono dalam sambutannya. Ia pun mengajak masyarakat untuk mendukung rencana ini demi menjadikan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya.
“Marilah kita bersama-sama membuat Blok M Hub menjadi salah satu hub utama untuk Jakarta. Selain itu, kami akan betul-betul membuat Jakarta menjadi kota global yang terus naik peringkatnya, tanpa menghilangkan budaya utamanya, yaitu budaya Betawi,” tutup Pramono.




