Revitalisasi Kawasan Bersejarah Kota Tua Jakarta sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
Jakarta - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar, bersama Menteri Investasi Rosan Roeslani dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mengungkapkan komitmen untuk menjadikan kawasan gedung bersejarah di Kota Tua sebagai pusat ekonomi kreatif. Inisiatif ini bertujuan untuk menyambut peringatan 500 tahun Jakarta.
“Kota Tua diharapkan bisa menjadi destinasi yang membantu para pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan ide, bisnis, dan membangun jejaring,” ujar Wamen Ekraf dalam keterangan pers yang diterima.
Revitalisasi kawasan Kota Tua tidak hanya akan menghidupkan kembali warisan budaya, tetapi juga memberikan inspirasi bagi para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia untuk mengekspresikan kreativitas mereka.
Wamen Ekraf juga menyoroti bahwa revitalisasi ini bertujuan untuk mendukung para pelaku ekonomi kreatif dalam menciptakan karya-karya terbaik. Ia mengapresiasi langkah pengembangan kawasan tersebut dalam kerangka Transit Oriented Development (TOD), yang diharapkan dapat memperluas peluang kolaborasi antara pemerintah, investor, komunitas, dan media.
“Kota Tua bisa menjadi penghubung yang memperkenalkan potensi Jakarta secara lebih luas melalui kerja sama lintas sektor dan konservasi aset bersejarah,” tambahnya.
Wamen Ekraf menyatakan harapannya agar kawasan tersebut menjadi lebih baik dan nyaman untuk semua orang, sehingga bisa menjadi kebanggaan bersama. Kunjungan yang dilakukan merupakan yang ketiga kalinya sejak Januari 2025, dengan fokus pada empat lokasi yang akan direvitalisasi: Common Space Museum Bank Mandiri, Gedung Arsip Fatahillah, Gedung Kali Besar, dan Toko Merah.
Menteri Investasi Rosan Roeslani juga menekankan pentingnya menjaga karakteristik bangunan yang ada. “Kita harus memperbaiki gedung tanpa mengubah fasadnya. Tujuannya adalah untuk mempercantik dan memaksimalkan kegunaan setiap gedung,” ujarnya.
Pengembangan Kota Tua juga akan mempertimbangkan target-target penting, seperti pengoperasian Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan tersebut pada tahun 2029. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa pada awal 2026, Pemerintah Jakarta akan memperbaiki infrastruktur dasar, termasuk jalan, sungai, dan trotoar, untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan.
“Kami juga berencana memindahkan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ke Kawasan Kota Tua, sehingga dapat menjadi tempat bagi seniman untuk berimprovisasi kreativitas mereka,” ungkap Pramono Anung, menambahkan bahwa dengan selesainya MRT, kawasan ini diharapkan mampu menarik wisatawan dari berbagai negara.




