Ribuan Burung Migran Asal Rusia Singgah di Persawahan Kediri
Sentra Media - MERCUSUAR,Wonosobo- Fenomena alam menarik terjadi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Ribuan burung migran yang berasal dari Rusia dan China terlihat singgah di wilayah tersebut, menghiasi langit serta hamparan persawahan milik warga.
Kehadiran kawanan burung ini menarik perhatian masyarakat karena jumlahnya yang sangat banyak. Warga kerap melihat burung-burung tersebut terbang berkelompok di langit pada pagi dan sore hari, sebelum mendarat di area persawahan untuk mencari makan dan beristirahat.
Fenomena ini biasanya terjadi setiap musim dingin di belahan bumi utara, sekitar Desember hingga Maret. Pada periode tersebut, burung migran melakukan perjalanan hingga ribuan kilometer untuk mencari wilayah dengan iklim yang lebih hangat serta sumber makanan yang cukup.
Di wilayah Kediri, burung-burung tersebut terlihat mendarat di berbagai area terbuka seperti sawah, lahan basah, tegalan, hingga perkebunan tebu. Di lokasi tersebut mereka mencari serangga kecil yang menjadi sumber makanan utama.
Sejumlah warga menyebutkan bahwa dalam beberapa minggu terakhir, kawanan burung terlihat memenuhi langit pada pagi dan sore hari. Pemandangan ini paling sering terlihat di Kecamatan Gampengrejo dan sejumlah kawasan persawahan lain di Kabupaten Kediri.
Beberapa jenis burung migran tercatat singgah di wilayah ini, salah satunya burung Terik Asia (Glareola maldivarum). Burung ini dikenal rutin melintasi jalur migrasi East Asian–Australasian Flyway sebelum melanjutkan perjalanan menuju Asia Tenggara hingga Australia.
Kabupaten Kediri menjadi salah satu titik persinggahan penting bagi burung migran karena memiliki banyak lahan basah dan area persawahan yang menyediakan makanan serta tempat beristirahat.
Kedatangan burung migran juga membawa dampak positif bagi ekosistem dan masyarakat, khususnya para petani. Burung-burung tersebut membantu mengendalikan populasi serangga hama secara alami sehingga dapat membantu menjaga hasil panen.
Menanggapi fenomena ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur menegaskan kepada masyarakat agar tidak memburu, menangkap, atau mengganggu burung migran yang sedang singgah di wilayah Kediri.
Burung migran merupakan bagian penting dari keanekaragaman hayati dan memiliki peran dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Aktivitas perburuan terhadap burung migran juga berpotensi melanggar hukum karena sebagian di antaranya termasuk satwa yang dilindungi.
BBKSDA Jawa Timur juga terus melakukan pemantauan terhadap kawasan persinggahan burung migran agar tetap aman hingga kawanan burung tersebut melanjutkan perjalanan kembali ke habitat asalnya.
Masyarakat diimbau untuk menjaga kelestarian lingkungan, tidak merusak habitat burung, serta melaporkan jika menemukan aktivitas perburuan ilegal terhadap burung migran.




