Sentra Media - RSUD Haji Provinsi Jawa Timur meluncurkan Haji C-AIRRe, ekosistem riset dan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan robotika, dalam upaya meningkatkan layanan kesehatan. Peluncuran ini dilakukan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang menegaskan bahwa AI akan memperkuat peran tenaga medis tanpa menggantikan keputusan akhir dokter.
Peluncuran Haji C-AIRRe berlangsung di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur di Surabaya. Emil Elestianto Dardak menjelaskan bahwa kemajuan teknologi AI, khususnya machine vision, telah meningkatkan kemampuan deteksi medis dengan akurasi tinggi. Ia menekankan pentingnya integrasi teknologi untuk mendukung profesionalitas dokter dalam perawatan pasien.
Emil mengungkapkan bahwa kemampuan AI dalam membaca citra medis dapat mengenali detail yang sering terlewat oleh manusia. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan medis tetap menjadi tanggung jawab dokter, yang berkaitan dengan etika dan keselamatan pasien. Haji C-AIRRe dikembangkan melalui kolaborasi antara RSUD Haji, Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Nara Institute of Science and Technology (NAIST) Jepang, dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai bagian dari penguatan kolaborasi.
Direktur RSUD Haji, dr. Tauhid Islamy, menjelaskan bahwa Haji C-AIRRe lahir dari kebutuhan untuk menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang kompleks. Inovasi yang diperkenalkan termasuk AI Mina untuk klaim BPJS Kesehatan, iBrain2U untuk interpretasi pencitraan otak, serta berbagai teknologi lainnya. NAIST Jepang juga berkontribusi dengan mengembangkan AI untuk pencitraan medis. RSUD Haji berharap inovasi ini dapat hilirisasi dan memperkuat transformasi layanan kesehatan di Indonesia.