Sentra Media - Mitrariau.com,Dumai|Riau – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai membuktikan eksistensinya sebagai garda terdepan dalam perang melawan narkoba dengan menerima penghargaan prestisius dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Narkoba.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, pada Kamis (26/2), sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan kolaborasi luar biasa yang telah memberikan kontribusi nyata dalam pemberantasan tindak pidana narkotika.
Penghargaan istimewa ini diberikan sebagai pengakuan atas komitmen tinggi dan peran aktif para petugas Rutan Dumai dalam mendukung upaya bersama seluruh lapisan masyarakat dan aparat penegak hukum untuk membasmi peredaran narkoba yang merusak masa depan bangsa.
Hadir dalam acara penyerahan dan menerima penghargaan secara langsung adalah Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Akhmad Faiq Maulana, yang mewakili seluruh jajaran sebagai bukti komitmen lembaga dalam memperkuat sinergi lintas instansi.
“Penghargaan ini adalah bukti nyata kerja keras kita selama ini. Sinergi strategis dari seluruh komponen menjadi kunci utama dalam memecah jaringan narkoba yang telah meresap hingga berbagai lapisan,” tegas Eko Hadi Santoso. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar acara seremoni, melainkan bentuk pengakuan terhadap kontribusi substansial dalam memerangi kejahatan terorganisasi yang telah menjadi ancaman nasional.
Menurutnya, kejahatan narkotika yang melibatkan jaringan luas , mulai dari proses produksi, distribusi, penyelundupan lintas wilayah, hingga upaya penyebaran yang bahkan mencoba menyusup ke dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan ,harus diperangi dengan kerja sama yang erat dan terkoordinasi.
Peran penting Lapas dan Rutan dalam mengawasi narapidana yang terlibat kasus narkoba menjadi kunci agar mereka tidak dapat menggunakan ruang tahanan sebagai basis untuk mengendalikan jalur peredaran dari balik jeruji besi.
*Kepala Rutan Dumai, Enang Iskandi, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam sekaligus kebanggaan atas penghargaan yang diterima. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak dapat diraih sendiri, melainkan merupakan hasil kerja keras dan sinergi yang erat antar seluruh petugas, serta komitmen untuk terus memperkuat sistem pengawasan dan langkah-langkah preventif yang lebih ketat.”
“Ini adalah bukti nyata bahwa kita siap berperan aktif melawan narkoba dari dalam, memastikan Rutan Dumai tetap menjadi lembaga yang Bersih dari jejak peredaran dan penyalahgunaan narkotika,” tegas Enang dengan semangat yang membara.
Senada dengan itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Dumai, Akhmad Faiq Maulana, juga menyampaikan komitmen tegas untuk terus mengoptimalkan upaya deteksi dini dan berbagai langkah preventif.
Tujuannya adalah untuk menjaga keamanan dan ketertiban yang optimal di dalam rutan, sekaligus mempersempit setiap celah yang mungkin dimanfaatkan oleh para pelaku untuk melanjutkan aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Kebanggaan kolektif, sinergi yang solid, dan komitmen tak tergoyahkan bersama inilah yang menjadi kunci utama dalam meraih kemenangan bertahap melawan bahaya narkoba yang telah lama mengancam keharmonisan dan masa depan bangsa serta masyarakat.(Humas Rutan Dumai)