Seminar Nasional Fapet UNJA: Inovasi Teknologi untuk Kemandirian Pangan
Mendalo,- Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Jambi (UNJA) mengadakan Seminar Nasional yang ke-VII dengan mengusung tema “Inovasi Teknologi dan Digitalisasi untuk Mendorong Kemandirian Sektor Peternakan, Veteriner, dan Perikanan”. Acara ini diadakan di Auditorium Lt.7 Graha Singedekane Pascasarjana pada (05/10/2025).
Acara ini dihadiri oleh Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UNJA, Prof. Dr. Ir. Depison, M.P., Dekan Fakultas Peternakan, Prof. Dr. Ir. Hj. Nurhayati, M.Sc. Agr., beserta dosen, mahasiswa, dan pemakalah yang ada di lingkup Fapet dan Faperta UNJA.
Acara ini juga menghadirkan narasumber diantaranya Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang diwakiili oleh Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr. Harry Suhada, S.Pt., M.Sc., Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi, Asraf, S.Pt., M.Si., Senior Vice President HOO Poultry Integration PT. Charoen Pokphand Indonesia, Ir. Yosef Arisanto, serta Dosen Universitas Gunadarma, Dr. rer. nat. I Made Wiryana, S.Si., S.Kom., M.App.Sc.
Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., berharap agar kegiatan seminar ini dapat menghasilkan rekomendasi dan inovasi yang bisa diimplementasikan secara nyata di lapangan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Tema yang diusung dalam seminar hari ini sangat penting terutama untuk mendukung program strategis nasional untuk ketahanan pangan. UNJA khususnya di Fapet, memang sangat strategis peranannya untuk mendukung ketahanan pangan, hari ini diundang para tokoh, senior UNJA, yang berhasil di dunia peternakan. Ini merupakan seminar nasional yang ketujuh, sudah waktunya memang diseminasi itu menghasilkan hal yang konkret, untuk menghasilkan apakah itu sumber pendapatan, apakah itu mendukung program pemerintah secara nyata,” ungkap Prof. Helmi.
Dekan Fapet, Prof. Dr. Ir. Hj. Nurhayati, M.Sc. Agr., mengungkapkan bahwa tema yang diusung sangat relevan dengan respons kita dengan tantangan zaman, karena merupakan inovasi kunci dalam mencapai visi Indonesia emas 2045.
“Tema ini dipilih sebagai respons terhadap tantangan pembangunan pangan nasional di era transformasi digital. Melalui pemanfaatan teknologi dan sistem digital, sektor peternakan, veteriner, dan perikanan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, menjamin keamanan pangan, serta memperkuat kemandirian dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat. Inovasi yang berkelanjutan menjadi kunci dalam mewujudkan sistem produksi yang tangguh, ramah lingkungan, dan berdaya saing tinggi, sekaligus mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045 dengan sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan inovatif. Kita semua memahami bahwa sektor peternakan, veteriner, dan perikanan berperan besar dalam menyediakan protein hewani bagi masyarakat yang sampai saat ini masih bergantung pada impor, baik bahan baku pakan, obat, maupun teknologi produksi. Melalui seminar nasional ini diharapkan akan banyak masukan dari semua pembicara sehingga akselerasi kemandirian pangan segera terwujud,” tutur Prof. Nurhayati.
Dalam kegiatan ini turut dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara UNJA dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Penandatanganan MoU ini merupakan bentuk kerja sama strategis yang diharapkan dapat mempererat hubungan kelembagaan serta memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan mutu sumber daya manusia. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor UNJA Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H. dan perwakilan dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, yakni Dr. Muhammad Imron, S. Pt, M.Si.
Dengan terselenggaranya Seminar Nasional ke-VII Fapet UNJA ini, diharapkan muncul berbagai gagasan dan kolaborasi nyata antara akademisi, pemerintah, dan pelaku industri dalam mengembangkan inovasi teknologi serta digitalisasi di sektor peternakan, veteriner, dan perikanan. Seminar ini tidak hanya menjadi ajang diseminasi ilmu, tetapi juga langkah konkret menuju kemandirian pangan nasional dan terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.




